Pengobatan dan Pencegahan Jerawat di Punggung

Pengobatan dan Pencegahan Jerawat di Punggung

Jerawat di punggung tumbuh karena tersumbatnya pori-pori oleh sel kulit mati, sebum, bakteri dan minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di kulit punggung. Kondisi ini seperti halnya yang terdapat pada kulit wajah.

Jerawat di Punggung: Pencegahan

Kebersihan tubuh secara umum wajib menjadi perhatian kita dalam usaha mencegah jerawat tumbuh. Untuk mengurangi ataupun untuk pencegahan timbulnya jerawat di punggung maka silahkan mempelajari beberapa cara berikut ini:

  • Wajib mandi sesudah berolahraga

Kesehatan dan kebersihan kulit wajib dijaga dengan cara selalu mandi sesudah berolahraga.

Jangan membiarkan kulit punggung anda dipenuhi oleh kotoran dan keringat sesudah berolahraga karena hal itu bisa menjadi pemicu tumbuhnya jerawat di punggung.

  • Bersihkan dan rawatlah kulit dengan lembut

Jerawat di kulit anda bisa jadi memburuk jika anda membersihkan kulit secara kencang dan keras misalnya pada saat menggunakan handuk untuk mengeringkan punggung.

Untuk menghindari hal tersebut maka perlakukan kulit secara lembut.

  • Gunakan pakaian yang longgar

Selalu gunakanlah baju yang longgar yang akan membuat kulit punggung anda bisa bernapas.

Baju ketat yang menekan kulit punggung secara ketat hanya akan menyebabkan keringat dan kotoran sulit untuk pergi dari kulit punggung.

  • Merawat kulit dengan baik

Perawatan kulit dengan baik di antaranya dengan cara: membersihkan kulit sesudah aktifitas yang berkeringat, mencuci rambut dengan keramas lalu membilasnya dengan benar-benar bersih supaya tidak ada sisa sampo di kulit kepala yang bisa turun ke punggung dan merawat kulit sesuai dengan jenis kulit.

  • Pola makan yang sehat

Konsumsilah makanan yang sehat dan seimbang seperti sumber protein, sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian sambil menghindari sumber lemak.

Hal tersebut sangat penting untuk menghindari tumbuhnya jerawat khususnya pada orang-orang yang sangat rentan terhadap tumbuhnya jerawat.

Jerawat di punggung bisa tumbuh oleh sebab beberapa jenis makanan tertentu.

Jerawat di Punggung: Pengobatan

  • Pengobatan jerawat secara mandiri

Biasanya obat jerawat yang djiual bebas di pasaran mengandung zat aktif seperti sulfur, asam salisilat dan benzoil peroksida.

Anda bisa menemukannya di apotek-apotek di kota anda.

Gunakanlah sesuai dengan petunjuk pemakaian untuk pengobatan jerawat secara mandiri.

  • Berobat ke dokter

Berobat ke dokter spesialis kulit adalah jalan yang utama jika pengobatan jerawat secara mandiri tidak bisa menyembuhkan jerawat di punggung anda.

Selain obat oles, biasanya obat minum juga akan diresepkan untuk mengobati jerawat di punggung.

Jerawat di punggung tidak seperti jerawat di wajah karena tersebar pada area yang luas di punggung.

Di seluruh area kulit tubuh kita yang memiliki folikel rambut dan kelenjar minyak maka akan beresiko untuk ditumbuhi oleh jerawat termasuk pada punggung.

Meskipun demikian, cara-cara mengatasi jerawat di punggung mungkin tidak sama dengan mengatasi jerawat di wajah.

Jangan Memperburuk Keadaan

Jangan melakukan tindakan-tindakan berikut ini yang bisa membuat kondisi jerawat bertambah parah:

  • Iritasi kulit bisa terjadi sehingga jerawat di punggung bisa bertambah parah jika terlalu sering membersihkan kulit pada area tersebut.
  • Hindari bertindak sendiri tanpa pengetahuan yang memadai untuk memencet jerawat. Tindakan tersebut bisa membuat jerawat bertambah parah karena bisa terinfeksi kuman dan menjadi radang yang terasa nyeri setelahnya.

Selain itu juga bisa meninggalkan bekas luka di kulit yang sulit sekali hilang.

  • Air mandi yang terlalu dingin atau terlalu panas ada kemungkinan bisa membuat kondisi jerawat bertambah buruk. Gunakan air mandi yang hangat saja.

Kondisi tubuh seseorang yang terkait dengan genetika yaitu yang memiliki produksi minyak secara berlebih biasanya dihubungkan dengan penyakit jerawat di punggung. Meskipun demikian, gaya hidup juga sangat berpengaruh pada tumbuhnya bermacam jenis jerawat di kulit termasuk jerawat batu.

Gaya hidup yang tidak sehat apalagi jika tidak mempedulikan kebersihan kulit jelas akan rentan tehadap muncuknya jerawat.

Terapkan gaya hidup sehat pada kehidupan anda sehari-hari untuk meminimalkan resiko terkena penyakit apapun termasuk jerawat.

Selanjutnya, yang paling penting adalah mengutamakan berobat ke dokter spesialis kulit jika jerawat di punggung anda tak kunjung mereda setelah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan mandiri.

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Atasi Jerawat Batu dan Cegah Muncul Lagi!

Atasi Jerawat Batu dan Cegah Muncul Lagi!

Jerawat batu disebabkan oleh aktifitas bakteri yang terjebak jauh di bawah permukaan kulit yang menyebabkan radang yaitu bengkak, kemerahan dan terisi oleh nanah.

Karena ukurannya yang besar dan juga terisi oleh nanah maka jenis jerawat ini membawa rasa nyeri dan tidak nyaman. Tentunya kondisi tersebut sangat mengganggu penampilan dan juga konsentrasi dalam bekerja.

Jika kondisi jerawat yang bengkak, meradang dan terisi nanah tersebut pecah maka infeksi oleh bakteri bisa meluas yang bisa berakibat pada timbulnya banyak jerawat.

Untuk mencegah kondisi jerawat jenis ini semakin parah maka penderita wajib menggunakan pengobatan yang tepat.

Baca artikel ini untuk mengenali apa saja ciri-ciri jerawat jenis ini dan bagaimana mencegah serta mengobatinya. Jangan khawatir karena jika diberikan treatment (penanganan) yang tepat maka jerawat jenis ini bisa disembuhkan.

Secara umum jerawat bisa mengenai siapa saja dan tumbuh di bagian manapun. Biasanya akan mudah tumbuh di bagian wajah termasuk dagu, punggung, dada dan bahu.

Namun untuk jerawat jenis ini akan mudah tumbuh pada wanita, remaja, kulit jenis berminyak dan siapa pun yang memiliki ketidakseimbangan hormon.

Ciri-Ciri Jerawat Batu

Jerawat batu di dagu atau di manapun lokasinya memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali sehingga mudah pula untuk membedakannya dari jenis jerawat biasa pada umumnya..

Adalah mudah untuk membedakan jerawat jenis ini dari jerawat biasa pada umumnya yaitu memiliki ukuran yang secara relatif lebih besar. Cermati ciri-ciri lainnya berikut ini:

  • Berbentuk benjolan putih besar.
  • Oleh karena terjadi peradangan maka benjolan tersebut juga berwarna kemerahan dan terasa nyeri apalagi jika tersenggol.
  • Peradangan terjadi oleh karena adanya nanah di dalam benjolan.

Kondisi jerawat yang berisi nanah adalah sangat rawan untuk pecah. Jika hal tersebut sampai terjadi maka beresiko infeksi bakteri menyebar dan lebih banyak jerawat akan bermunculan.

Perlu diketahui bahwa jerawat jenis ini tidak hanya tumbuh di wajah tapi juga berpotensi untuk tumbuh di punggung, leher, dada, belakang telinga, lengan dan bahu.

Penyebab Jerawat Batu

Belum ada ayng mengetahui secara pasti apakah yang menjadi penyebab jerawat batu di hidung, di dagu atau di pipi. Yang sudah diketahui secara luas adalah bahwa hormon androgen mampu memberikan pengaruh pada pertumbuhan jerawat (semua jenis jerawat).

Kondisi ini sangat bisa terjadi pada masa-masa peningkatan kadar hormon androgen meningkat yaitu pada masa-masa remaja.

Tanya: Apakah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari peningkatan kadar hormon androgen pada tubuh? Jawab: Perubahan pada kulit sehingga menyumbat pori-pori yang akibatnya adalah terbentuknya jerawat.

Namun, diketahui bahwa ada beberapa kondisi tubuh yang sangat mungkin menjadi pendorong (bukan penyebab) tumbuhnya jerawat jenis ini, yaitu:

  • Siklus haid
  • Hamil
  • Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Menopause

Selain kondisi-kondisi tersebut di atas juga ada beberapa kondisi yang dipercaya sebagai pendorong terbentuknya jerawat jenis ini:

  • Peningkatan hormon testosteron.
  • Konsumsi makanan manis dan pedas.
  • Faktor genetika.
  • Efek samping dari pemakaian produk kecantikan dan obat-obatan tertentu.

Bagi mereka yang memiliki faktor genetika dengan riwayat keluarga penderita jerawat batu maka relatif lebih sering mengalaminya dibandingkan dengan yang tidak memiliki faktor genetika tersebut.

Usia dewasa hingga lansia masih bisa menderita jerawat jenis ini walaupun yang sering terjadi pada usia remaja.

Bagaimana Menanganinya?

Sangat jarang terjadi jerawat batu bisa disembuhkan secara tuntas hanya dengan mengkomsumsi obat jerawat yang mudah dijumpai dipasaran. Oleh sebab mengandalkan obat jerawat semacam itu sehingga jerawat jenis ini sulit dihilangkan secara tuntas lalu muncul lagi.

Kunjungilah dokter spesialis kulit untuk mengobati jerawat jenis ini. Sesudah melewati serangkaian pemeriksaan, pasien akan diberikan pengobatan dan langkah-langkah untuk mengendalikan jerawat, menyamarkan bekasnya serta menghindarkan dari kerusakan kulit.

Umumnya langkah-langkah pengobatan oleh dokter spesialis kulit dalam upaya menyembuhkan jerawat batu beserta pencegahan timbulnya jaringan parut di kulit adalah:

  1. Obat Minum

Biasanya dokter menggunakan antibiotik untuk mematikan kuman yang ada pada jerawat. Antibiotik diresepkan dalam waktu singkat supaya tidak terjadi resistensi antibiotik pada kuman.

Faktor jenis jerawat, kondisi kesehatan dan usia pasien menjadi pertimbangan di dalam pemberian antibiotik.

Pengobatan melalui kombinasi dengan pil kontrasepsi juga sering menjadi pilihan. Tentunya juga setelah melalui pertimbangan oleh dokter.

Kandungan estrogen, progestin, isotretinoin atau spironolactone menjadikan pil kontrasepsi juga menjadi pilihan di dalam pengobatan jerawat.

  1. Obat Oles

Obat jerawat berbentuk oles yang paling sering dipakai adalah yang obat yang kandungannya adalah vitamin A atau retinoid. Umumnya jenis ini berkhasiat untuk menyembuhkan serta pencegahan jerawat yang parah.

Dalam upaya mendapatkan hasil optimal maka biasanya retinoid dikombinasikan bersama dengan antibiotik topikal. Obat jerawat berbentuk oles ini bisa didapatkan dengan resep dokter dan biasanya berbentuk losion, gel, dan krim.

Ada zat-zat lain yang digunakan sebagai obat jerawat oles yaitu dapsone dan asam salisilat. Jerawat dengan peradangan cocok diobati dengan dapsone. Sedangkan penyumbatan pori-pori bisa dicegah oleh asam salisilat.

  1. Terapi

Di samping pemberian obat minum dan obat oles untuk menangani jerawat batu, dokter sepesialis kulit biasanya juga mempertimbangkan beberapa terapi berikut ini:

  • Suntikan kortikosteroid ke jerawat secara langsung dengan tujuan mengurangi radang dan rasa nyeri.
  • Pengelupasan kulit (peeling) dengan asam salisilat.
  • Mengeluarkan komedo (komedo putih dan juga komedo hitam) dengan peralatan khusus.
  • Terapi cahaya.

Dokter spesialis kulit sangat melarang pasien untuk mengeluarkan atau memencet sendiri jerawat. Tindakan tersebut sangat buruk efeknya yaitu meninggalkan bekas yang susah untuk dihilangkan.

Bagaimana Mencegahnya?

Jerawat batu bisa dihindari atau dicegah kemunculannya dengan hal yang sederhana tapi sangat sulit dilakukan oleh kebanyakan orang yaitu memelihara kesehatan dan kebersihan kulit.

Ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini dalam upaya mencegah pembentukan jerawat jenis tersebut:

  • Mandi 2 kali sehari dan gunakan air hangat dan sabun pembersih yang lembut.
  • Gosok kulit secara lembut saat mandi tersebut.
  • Gunakan kosmetik secara wajar sesuai dengan kebutuhan serta pilihlah yang jenis non-comedogenic.
  • Jangan sampai terlewatkan untuk membersihkan wajah dari make-up secara sempurna sebelum menuju pembaringan.
  • Terlarang untuk memencet jerawat karena besar kemungkinannya untuk meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.
  • Dalam upaya mencegah kuman pindah dari rambut ke kulit di sekitarnya maka sangat disarankan untuk mencuci rambut secara rutin.
  • Jangan lupa meminimalkan paparan sinar surya terhadap kulit tubuh khususnya kulit wajah dengan menggunakan tabir surya.

Masih dalam upaya pencegahan munculnya jerawat batu di pipi, di hidung ataupun di dagu maka sangat disarankan untuk mengatur pola makan dan asupan nutrisi setiap harinya.

Dokter spesialis kulit akan memerintahkan untuk membatasi asupan gula karena sangat efektif untuk meminimalkan munculnya jerawat apapun jenis.

Artikel ini hanyalah bahan untuk memperkaya wawasan tentang jerawat batu di manapun itu berlokasi apakah di dagu, di pipi ataupun di hidung.

Setelah membaca artikel ini sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terapi yang tepat dengan dokter spesialis kulit anda.

Jangan sampai jerawat jenis ini meninggalkan bekas di kulit wajah anda yang efek selanjutnya adalah mengganggu rasa percaya diri anda.

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Jerawat di Dagu Muncul Lagi, Gini Lho Cara Ngobatinya

Jerawat di Dagu Muncul Lagi, Gini Lho Cara Ngobatinya

Jerawat di dagu sering sekali tumbuh. Dagu adalah salah satu area di wajah kita yang memang sangat rawan ditumbuhi oleh jerawat walaupun jerawat memang bisa muncul di bagian manapun di wajah anda.

Perasaan kurang nyaman serta terganggunya penampilan wajah bisa disebabkan oleh jerawat pada area dagu ini.

Perubahan hormon khususnya pada kaum hawa diduga bisa sebagai salah satu faktor pemicu munculnya jerawat pada area dagu terulang lagi dan lagi.

Saat pori-pori tertutup oleh minyak beserta sel-sel kulit mati maka saat itulah jerawat akan bisa terbentuk. Proses yang semestinya terjadi adalah sel kulit yang sudah mati terangkat ke permukaan pori-pori kemudian mengelupas.

Namun sel kulit mati tersebut bisa menutup dan menghalangi pori-pori jika produksi minyak berlebihan.

Hal tersebut menyebabkan radang pada jerawat sebagai akibat dari aktifitas bakteri yang juga terjebak pada pori-pori yang tersumbat tersebut.

Jerawat di Dagu: Efek dari Perubahan Hormon?

Jerawat di dagu adalah kondisi yang umum ditemukan pada banyak orang. Jerawat tersebut adalah sebagai efek dari hormon yang berfluktuasi, kata Medical News Today.

Kondisi fluktuasi hormon terjadi khususnya pada wanita dan remaja. Hormon yang berfluktuasi secara ekstrem sering terjadi pada mereka.

Pada saat memasuki masa dewasa maka hormon bisa berfluktuasi kapan saja. Tentang jerawat maka ada kaitannya dengan sebum. Jerawat terbentuk karena pori-pori tersumbat oleh minyak yang dinamakan sebum.

Hormon yang merangsang produksi sebum adalah androgen.

Jerawat bisa dipastikan tidak membahayakan nyawa penderitanya namun mampu mempengaruhi konsentrasi penderitanya pada studi atau pekerjaannya.

Hal tersebut disebabkan oleh timbulnya gejala depresi ringan sampai sedang. Gejala depresi tersebut disebabkan oleh jerawat.

Jerawat di Dagu: Cara Mengatasinya

Tenang saja dan kalem, jalankan saja perawatan sendiri di rumah untuk mengobati jerawat anda yang muncul di dagu. Produk pengobatan jerawat yang berisikan benzoil peroksida atau asam salisilat bisa menjadi pilihan.

Jerawat bisa menjadi kering dalam hitungan hari oleh sebab dua zat tersebut. Namun, ada juag kasus yang membuthkan waktu lebih lama mungkin beberapa pekan.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menangani jerawat di dagu:

  • Gunakan sabun wajah dengan asam salisilat untuk membersihkan daerah dagu.
  • Jika terjadi kemerahan maka kompres area kemerahan tersebut dengan es selama kurang lebih 5 menit.
  • Gunakan salep dengan benzoil peroksida untuk mengolesi jerawat.
  • Jangan pernah mencoba untuk memecahkan jerawat atau sekedar menyentuhnya.

Selain perawatan secara mandiri tersebut, bisa juga pergi ke dokter spesialis kulit. Biasanya yang direkomendasikan oleh dokter adalah:

  • Minum obat antibiotik (untuk membunuh bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori).
  • Menggunakan Isotretinoin jika perawatan lainnya tidak berjalan baik.
  • Terapi laser
  • Menggunakan Pil KB untuk mengontrol hormon yang memicu produksi sebum.
  • Pengeringan yang dilanjutkan dengan mengeluarkan kista.

Sebenarnya tindakan yang paling penting dalam usaha mencegah munculnya jerawat di dagu adalah rajin menjaga kebersihan area wajah secara rutin. Paling sedikit dua kali dalam sehari dan setiap hari harus membersihkan wajah.

Lalu keringkan dengan menggunakan tisu wajah atau minimal handuk bersih. Jangan sekali-kali pernah tidak membersihkan wajah sebelum tidur.

Lebih baik pula jika langsung membersihkan wajah begitu selesai beraktivitas di luar rumah demi mencegah jerawat di dagu kembali timbul.

Baca juga artikel terkait dengan masalah jerawat: Pengen Tau Gimana Cara Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya?

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Ciri-Ciri Alergi Dingin,Waspadai Nomor 4!

Ciri-ciri alergi dingin yang berbeda-beda sangat mungkin bisa terjadi pada para penderita alergi dingin.

Secara umum terdapat gejala-gejala alergi dingin yang biasanya dikeluhkan oleh banyak penderita yaitu: timbulnya bentol-bentol yang diiringi oleh rasa gatal di kulit, pembengkakan pada kaki atau tangan, dan sesak napas.

Para penderita alergi dingin merasa sangat tersiksa jika datang musim hujan karena menyebabkan suhu udara menjadi dingin. Kondisi itulah yang menjadi musuh terberat bagi mereka para penderita alergi dingin.

Umumnya reaksi alergi dingin yaitu pembengkakan di kaki atau tangan dengan rasa gatal akan dialami pada saat penderita alergi dingin terkena udara dingin.

Paparan di bawah ini membahas gejala yang biasanya terjadi pada penderita alergi dingin.

Memahami Ciri-Ciri Alergi Dingin

Cuaca dingin, mandi atau berenang dengan air dingin, atau bahkan sekedar udara ber-AC adalah beberapa faktor yang jika mengenai kulit pada penderita alergi dingin maka akan bisa memunculkan reaksi alergi tersebut. Reaksi tersebut akan muncul hanya beberapa menit setelah kulit terpapar oleh udara atau air dingin

Makanan dan minuman dingin juga bisa memunculkan ciri-ciri alergi dingin tersebut. Dimakan dan diminum atau bahkan sekedar memegangnya saja, makanan dan minuman dingin mampu memicu reaksi alergi dingin muncul dengan cepat.

Banyak penderita yang merasakan gejala atau reaksi alergi dingin yang ringan saja. Gejala ringan tersebut yaitu misalnya biduran atau bentol merah pada beberapa lipatan anggota tubuh saja.

Namun, banyak juga penderita yang merasakan gejala yang berat yaitu sampai pingsan. Jadi, gejala alergi dingin pada tiap penderita adalah berbeda-beda. Demikian pula terjadi gejala yang berbeda antara pria dan wanita yaitu wanita lebih mudah mengalami reaksi alergi dingin dibandingkan dengan pria.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri alergi dingin yang umum terjadi:

1. Pembengkakan (angioedema)

Tangan atau kaki yang mengalami pembengkakan sesudah terpapar oleh benda bersuhu dingin adalah satu dari beberapa ciri-ciri alergi dingin yang dikenal. Namun demikian pembengkakan tersebut tidak hanya terjadi pada tangan dan kaki tapi juga bisa terjadi pada mata, hidung dan bibir.

Jika udara atau air dingin mengenai kulit penderita alergi dingin maka akan membuat sistem imun tubuh bereaksi menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang berbahaya. Selanjutnya sistem imun tubuh akan melepaskan histamin.

Kemudian zat alami tersebut akan memasuki pembuluh darah yang membuat kebocoran cairan di bawah kulit sehingga kulit menjadi bengkak.

Ada kemungkinan reaksi alergi dingin menjadi berbahaya bagi penderitanya yaitu ketika pembengkakan tidak hanya terjadi di kulit tapi juga terjadi pada saluran napas sehingga penderita menjadi sulit bernapas bahkan tidak bisa bernapas sama sekali jika tidak segera tertolong.

2. Bentol-bentol atau ruam merah

Kulit menjadi bengkak-bengkak kecil memerah di banyak titik yang secara umum disebut bentol-bentol atau ruam yang disertai rasa gatal-gatal adalah gejala alergi dingin yang paling umum muncul pada mayoritas penderita alergi dingin. Kondisi tersebut adalah yang dituliskan pada jurnal Genetic and Rare Diseases Information Center.

Bentol-bentol atau ruam merah ini mungkin saja akan bertahan selama 24 jam atau memburuk sehingga bertahan selama sekitar 6 pekan. Pada kasus alergi dingin yang berat, walaupun penderita sudah tinggal di lokasi yang hangat tapi ciri-ciri alergi dingin ini belum tentu otomatis langsung hilang.

3. Sesak napas

Udara dingin yang terhirup atau air dingin yang mengenai kulit akan membuat sistem imun tubuh melepaskan zat histamin yang selanjutnya akan menyebabkan munculnya gejala berupa bersin-bersin yang terus berulang-ulang dalam waktu beberapa menit.

Selanjutnya hidung menjadi berair, dinding hidung bagian dalam membengkak sehingga hidung menjadi tersumbat. Kondisi ini bisa menjadi memburuk yang menyebabkan penderita menjadi sulit bernapas.

4. Anafilaksis

Secara umum nyawa penderita alergi dingin tidak sampai terancam oleh gejala yang muncul. Tapi, paparan udara dingin yang ekstrem akan menyebabkan tubuh melepaskan zat histamin dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat. Kondisi ini akan bisa memicu anafilaksis.

Anafilaksis adalah suatu keadaan di mana sistem imun tubuh mengeluarkan zat-zat kimia yang akan membuat tubuh menjadi syok. Kondisi syok adalah meliputi kondisi penyempitan saluran napas, tekanan darah turun dalam waktu singkat, mual, muntah, denyut nadi melemah, hingga tidak sadarkan diri alias pingsan.

Segera dilarikan ke rumah sakit adalah jalan terbaik jika ada yang mengalami kondisi syok seperti di atas.

Penderita alergi dingin yang berenang di air yang suhunya ekstrem dingin seperti di pegunungan akan sangat mungkin memicu terjadinya anafilaksis.

Ciri-Ciri Alergi Dingin: Syok Anafilaksis Wajib Diwaspadai

Ciri-ciri alergi dingin bisa menjadi menjadi buruk dalam waktu singkat berupa syok anafilaksis.

Berikut ini adalah gejala terjadinya anafilaksis yang telah ditulis oleh NHS UK:

  1. Sulit bernapas
  2. Pusing sampai pingsan
  3. Kulit lembab
  4. Detak jantung menjadi cepat
  5. Cemas
  6. Bingung
  7. Bentol merah dan gatal hingga menjadi bengkak.

Secara umum dokter akan memberikan obat alergi dingin berupa obat antihistamin pada kasus alergi dingin yang ringan serta menyarankan untuk menghindari paparan alergen yaitu berupa udara dingin, air dingin atau bahkan makanan dan minuman dingin.

Namun, pada kasus yang berat yaitu semisal pada anafilaksis maka dokter akan merujuk ke rumah sakit terdekat untuk dirawat di sana.

Kenali dan pahami secara benar ciri-ciri alergi dingin tersebut di atas beserta cara mengatasi alergi dingin supaya bisa bertindak secara tepat jika ciri-ciri tersebut muncul pada diri Anda sendiri atau pada orang-orang di dekat Anda.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Alergi Makanan – Bagaimana Mengenali dan Mengatasinya

Alergi Makanan – Bagaimana Mengenali dan Mengatasinya

Bagaimana Alergi Makanan Terjadi?

Alergi makanan adalah salah satu jenis penyakit alergi yang cukup banyak kasusnya. Sebagian penderitanya dapat dengan mudah mengenalinya, namun tak jarang yang kesulitan menemukan makanan apa yang memicu reaksi alergi pada tubuhnya.

Gejala dari alergi makanan juga beragam, sehingga kadang sulit mengenali bahwa gangguan kesehatan tersebut terjadi akibat reaksi alergi makanan.

Agar dapat mendeteksi dan mengatasi keluhan – keluhan yang terjadi akibat reaksi alergi maka kita harus mengenal lebih jauh hal – hal yang terkait dengan alergi. Reaksi alergi sendiri merupakan suatu yang unik.

Alergi sering juga dikatakan sebagai reaksi hipersensitifitas atau reaksi tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat. Selanjutnya zat yang dapat memicu munculnya gejala alergi disebut sebagai alergen.

Makna secara bahasa, alergi merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Yunani yaitu Allos dan Argon. Allos berarti sesuatu yang lain atau berbeda sedangkan kata Argon bermakna reaksi. Gabungan dua kata ini berarti reaksi yang berbeda atau reaksi yang tidak biasa.

Lebih lengkapnya alergi didefinisikan sebagai reaksi kekebalan tubuh kita yang menyimpang dari normal serta menimbulkan gejala – gejala yang merugikan kita.

Dalam sistem kekebalan kita Imunoglobulin E (IgE) adalah komponen yang memegang peranan penting dalam munculnya reaksi alergi. IgE sendiri menempel pada mast cell yang terdapat pada banyak jaringan di tubuh kita.

Saat alergen masuk ke dalam tubuh kita, ia akan menempel pada IgE yang spesifik terhadap alergen tersebut. Proses ini membuat mast cell akan melepaskan histamin. Substansi histamin inilah yang menghasilkan beragam gejala alergi.

Makanan yang Sering Memicu Reaksi Alergi

Dalam alergi makanan yang menjadi alergen adalah makanan. Dimana seseorang yang memiliki bakat atau riwayat alergi, akan mengalami gejala alergi bila mengkonsumsi jenis makanan tertentu.

Secara teori semua jenis makanan dapat bertindak sebagai alergen atau menimbulkan alergi, namun ada beberapa jenis bahan makanan yang sering atau besar potensinya menimbulkan gejala alergi seperti:

  1. Telur

Telur ayam, bebek, puyuh semua dapat memicu munculnya gejala alergi, terutama bagian putih telurnya.

  1. Susu

Susu sapi dan kambing dapat menimbulkan alergi. Susu adalah pemicu tersering pada kasus alergi makanan pada bayi.

  1. Kacang tanah

Protein yang tinggi pada kacang tanah cukup sering menimbulkan gejala alergi.

  1. Gandum

Gandum adalah bahan baku dari tepung terigu. Reaksi alergi dapat muncul bila kita mengkonsumsi produk olahannya seperti roti atau sereal.

  1. Kacang kedelai

Kasus tersering muncul setelah mengkonsumsi susu kedelai. Namun reaksi alergi juga dapat muncul setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung protein kedelai seperti saus kedelai atau minyak kedelai.

  1. Kacang pohon

Contoh kacang pohon adalah pistasio, kenari, dan kacang mede.

  1. Ikan terutama ikan laut

Ikan tuna, cod, salmon adalah jenis yang sering memicu reaksi alergi.

  1. Seafood

Alergi makanan laut adalah reaksi alergi yang populer di kalangan masyarakat. Kerang, udang, lobster, dan kepiting adalah jenis makanan yang terkenal sebagai pemicu gejala alergi pada anak-anak bahkan sampai usia dewasa.

Faktor Risiko Terjadinya Alergi Makanan

Setelah mengetahui jenis makanan apa saja yang sering memicu timbulnya reaksi alergi, selanjutnya kita perlu memahami apa saja faktor yang meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi.

Apa yang membuat seseorang mengalami alergi makanan sementara orang lain aman-aman saja mengkonsumsi segala macam makanan.

  1. Memiliki riwayat alergi selain alergi makanan

Jika anda memiliki riwayat alergi debu atau punya riwayat asma, risiko anda untuk mengalami alergi makanan lebih tinggi dibandingkan orang lain yang tidak memiliki riwayat alergi apapun.

Pada dasarnya mekanisme alergi untuk berbagai alergen adalah sama, sehingga bila anda memiliki kecenderungan alergi seringkali gejala alergi dapat dipicu oleh lebih dari satu macam alergen

  1. Memiliki keluarga yang punya riwayat alergi

Faktor genetika terbukti memiliki hubungan dengan gangguan alergi.

Bila anggota keluarga dekat anda yaitu orang tua atau saudara kandung anda memiliki riwayat alergi seperti asma, eksim, atau biduran maka potensi anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu menjadi lebih besar.

Berikut ini prosentase risiko seorang anak mengalami alergi berdasarkan riwayat alergi pada orang tuanya. Bila ayah dan ibu keduanya memiliki riwayat alergi maka risiko anak berbakat alergi adalah 40-80%. Bila salah satu dari orang tua mengalami alergi maka risikonya 20-40%.

Pada anak yang kedua orang tuanya tidak memiliki riwayat alergi masih bisa mengalami gejala alergi namun risikonya hanya sekitar 5-15%. Bila terdapat saudara kandung yang memiliki riwayat alergi maka risiko seseorang mengalami alergi 20-30%

  1. Faktor usia

Bayi dan balita lebih rentan mengalami gejala alergi makanan dibandingkan kelompok usia yang lain. Hal ini diduga terkait erat dengan masih rendahnya selektifitas penyerapan makanan pada saluran cerna bayi dan balita.

Inilah alasan mengapa gangguan alergi makanan pada anak adalah hal sering membuat orang tua membawa anaknya konsultasi ke dokter. Sebagian besar kasus bayi atau anak yang mengalami alergi makanan akan berangsur menghilang saat beranjak dewasa.

Terdapat juga kasus dimana setelah menghilang, alergi terhadap makanan tertentu dapat kambuh saat dewasa. Hal ini biasanya terjadi pada alergi seafood seperti udang, kepiting, atau lobster.

Namun pada kasus alergi makanan yang parah atau sering kambuh dapat bertahan sampai penderitanya dewasa.

Ciri-Ciri Alergi Makanan

Kita telah mengenal sedikitnya 8 jenis makanan yang paling sering menimbulkan reaksi alergi yaitu telur, susu, kacang tanah, kacang kedelai, kacang pohon (pistasio, kacang mede, dan kenari), gandum, ikan, serta seafood.

Kita juga telah belajar bahwa faktor riwayat alergi baik pada penderita maupun pada keluarga dekat meningkatkan risiko terjadinya alergi makanan. Dan yang paling penting adalah fakta bahwa gangguan alergi makanan sering terjadi pada usia bayi dan balita.

Peran orang tua sangat penting untuk mengantisipasi, mengenali, dan mengambil tindakan yang tepat bila anak mereka mengalami alergi makanan. Berikut ini adalah ciri alergi makanan yang dapat muncul pada seseorang:

  1. Gejala alergi makanan pada kulit

Setelah mengkonsumsi makanan pencetus alergi, dapat timbul keluhan pada kulit seperti:

  1. bintik – bintik berwarna merah yang sekilas mirip seperti bekas gigitan nyamuk
  2. ruam kulit yang terasa gatal (sering juga disebut eksim atau dalam istilah medis disebut sebagai dermatitis atopik)
  3. pembengkakan atau bentol (biduran)

 

  1. Gejala alergi pada saluran pernapasan

Alergi makanan juga dapat menimbulkan keluhan pada saluran pernapasan seperti bersin-bersin, pilek, nyeri tenggorokan, batuk, sesak napas, atau napas berbunyi (mengi/asma).

Bila anak sering atau mudah batuk pilek perlu dievaluasi lebih lanjut apakah keluhan ini merupakan manifestasi dari alergi makanan. Bila bibir dan lidah tampak sangat bengkak hingga anak tampak sulit bernapas segera bawa ke rumah sakit agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

  1. Gejala alergi pada saluran pencernaan

Pada anak-anak, ada tiga faktor yang memicu reaksi alergi di saluran pencernaan yaitu faktor genetika (keturunan), saluran cerna yang belum matang (imaturitas usus), dan paparan alergen (makanan pemicu alergi). Gejalanya dapat berupa:

  1. Diare yang kambuh – kambuhan atau hilang timbul
  2. Diare yang disertai darah dan lendir (kadang-kadang dianggap sebagai gejala disentri)
  3. Perut kembung dan muntah
  4. Kolik pada bayi dimana bayi rewel dan terus menangis tanpa sebab yang jelas
  5. Anak yang lebih besar dapat mengeluhkan rasa nyeri pada perutnya
  6. Bila gejala alergi cukup berat dan berlangsung dalam waktu lama bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

  1. Gejala pada sirkulasi darah

Gejala alergi pada sirkulasi darah umumnya merupakan reaksi alergi yang berat seperti kulit tampak pucat, tangan dan kaki dingin, kesadaran terganggu (pingsan).

Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat oleh tenaga medis di fasilitas yang memadai. Segera bawa penderita ke rumah sakit.

Bila gejala – gejala di atas muncul tak lama setelah mengkonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu mungkin mudah bagi kita mengenalinya sebagai alergi makanan. Namun kadang-kadang tak semudah itu.

Sebagian reaksi alergi lambat muncul sehingga sulit dipastikan apa jenis alergennya. Hal ini karena perbedaan mekanisme dalam tubuh yang memicu gejala alergi.

Tips Mendeteksi Alergi Makanan Pada Anak

Reaksi alergi dapat muncul karena IgE, non IgE, atau gabungan dari keduanya. Reaksi terkait IgE gejalanya muncul tak lama setelah konsumsi alergen makanan tertentu biasanya berupa ruam atau biduran pada kulit.

Reaksi non IgE biasanya muncul berjam-jam setelah paparan alergen, gejalanya bisa berupa kulit yang kering, pecah-pecah dan gatal. Bila mekanisme alergi melibatkan IgE dan non IgE maka gejala yang tampak adalah kombinasi dari keduanya.

Berikut ini adalah tips mendeteksi alergi makanan.

  1. Deteksi melalui riwayat alergi dalam keluarga

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa faktor genetika erat kaitannya dengan gangguan alergi termasuk alergi terhadap makanan. Pada anak yang orang tuanya tidak pernah mengalami reaksi alergi memiliki risiko terhadap alergi 5-15%.

Risiko ini meningkat jadi 20-40% bila salah satu orang tuanya memiliki riwayat alergi. Bila kedua orang tua mengidap alergi, risikonya bisa 40-80%. Sementara bila ada saudara kandung yang mengidap alergi risikonya sekitar 20-30%.

  1. Deteksi saat janin masih dalam kandungan

Teorinya deteksi dini alergi dapat dilakukan semenjak janin masih dalam rahim ibu. Hal ini  masih terus diteliti secara mendalam oleh para ahli.

Dalam sebuah jurnal yang disampaikan di World Allergy Organization Journal (2009), menerangkan bahwa kontak terhadap zat alergen tertentu pada saat hamil bisa memicu respon imun pada anak yang dikandungnya.

Perubahan gerakan janin dalam rahim  juga diduga mempunyai kaitan dengan risiko timbulnya alergi setelah lahir.

Bila gerakan janin dalam rahim dirasakan sangat meningkat terutama pada malam hingga pagi hari waspadai sebagai pertanda risiko munculnya alergi di kemudian hari.

  1. Deteksi di usia batita

Cermati apakah gejala-gejala alergi sering dialami oleh anak atau tidak. Umumnya keluhan yang dirasakan beragam. Misal napas grok-grok saat bayi, riwayat kolik, atau kulit bayi yang sensitif sehingga sering tampak bintik merah atau bisul di pipi, telinga, atau ruam popok. Anak sering bersin, pilek, dan batuk terutama malam dan pagi hari.

  1. Deteksi dengan pemeriksaan khusus

Bila dengan cara di atas masih sulit untuk mencari penyebab alergi, dokter akan merekomendasikan beberapa pilihan pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang menderita alergi dan apa jenis alergennya.

Silahkan berkonsultasi dengan dokter yang kompeten untuk menentukan tes mana yang akan anda jalani.

  1. Eliminasi Makanan

Tes ini dilakukan dengan cara menghindari suatu jenis makanan yang diduga kuat sebagai alergen dalam jangka waktu 2-6 minggu.

Bila keluhan yang dirasakan reda secara signifikan, kemungkinan besar jenis makanan tersebut adalah pemicu gejala alergi anda.

  1. Tes Tusuk (Skin Prick Test)

Pada tes ini permukaan kulit lengan bawah akan ditetesi aneka ekstrak alergen baik yang dihirup seperti debu, serbuk bunga, tungau maupun alergen berupa bahan makanan yaitu susu, seafood, kacang, dan lain-lain.

Pada bagian kulit yang ditetesi cairan alergen ditusuk atau dicukit dengan jarum khusus agar cairan masuk ke dalam tubuh. Hasil tes ini dapat diketahui secara cepat yaitu sekitar 15-20 menit.

Bila muncul reaksi seperti kemerahan, gatal, atau bengkak maka disimpulkan anda alergi terhadap alergen yang diteteskan

  1. Uji Intradermal

Tes ini prinsipnya mirip dengan SPT namun dengan cara menyuntikkan alergen 0,02-0,03 ml secara intradermal, hingga terbentuk tonjolan sebesar 3 mm. Hasilnya dapat dibaca 15-20 menit setelah penyuntikan.

Hasil dinyatakan positif jika tonjolan ukurannya bertambah 3 mm dari semula atau ada kemerahan di sekitar tonjolan.

  1. Tes darah

Tes ini dapat dijadikan alternatif bila penderita tidak dapat menjalani Skin Prick Test. Harganya lebih mahal namun hasilnya tak berbeda jauh dengan SPT.

Terdapat juga tes darah yang memberi informasi kadar antibodi alergi atau imunoglobulin di dalam darah, jika hasilnya tinggi maka penguat diagnosis alergi.

  1. Uji Tempel Kulit (Patch Test)

Tes ini bertujuan menilai reaksi alergi tipe lambat. Dalam tes ini, tubuh kita ditempel denganjenis alergen tertentu sealam 2-3 hari. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap reaksi yang muncul.

Bagaimana Mencegah Alergi Makanan Pada Anak Kambuh?

Bila telah diketahui jenis makanan yang bertindak sebagai alergen, jenis makanan ini harus dihindari agar gejala alergi tidak kambuh. Pada sebagian kasus, diperlukan pengaturan pola makan dan jenis makanan yang yang dikonsumsi.

Sebagai contoh bayi yang alergi terhadap susu sapi perlu menggantinya misal dengan susu soya (kedelai). Gejala alergi susu dapat muncul saat minum susu murni ataupun mengkonsumsi produk olahan dari susu seperti es krim, keju , atau kue.

Bila sulit untuk dihindari atau alergi masih juga kambuh, anda dapat menggunakan terapi medis. Ingat, hingga saat ini belum berhasil ditemukan obat yang mampu menghilangkan alergi.

Obat alergi yang tersedia adalah obat yang memiliki manfaat meredakan gejala alergi yang muncul. Sudah barang tentu penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Apalagi penderita alergi makanan sebagian besar adalah bayi dan batita. Perlu diingat anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran yang kecil. Sehingga obat yang digunakan harus disesuaikan dengan mekanisme tubuh anak-anak.

Pastikan anda memahami cara pemberian dan dosis dari obat yang diresepkan oleh dokter anda. Simpan obat-obatan di tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak.

Salah satu obat yang sering disarankan dokter untuk mengatasi gejala alergi adalah obat golongan anti histamin. Obat ini mengatasi gejala dengan cara menekan kerja histamin. Diphenhydramin, Chlorpheneramine, dan Cetirizine adalah contoh obat golongan antihistamin.

Reaksinya cukup cepat namun sebagian jenis obat golongan ini memiliki efek samping sedasi atau membuat ngantuk. Selama mengkonsumsi obat golongan antihistamin jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.

Alergi ini sering merepotkan penderitanya, kenali gejalanya, hindari pemicunya, dan atasi gejala alergi makanan yang anda alami dengan tepat.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.