Cara Mudah dan Cepat Belajar Pengertian Engineering Dasar

Ilmu engineering merupakan salah satu ilmu yang wajib dipelajari saat ini karena ilmu ini bisa memberikan banyak manfaat, seperti membantu mendapatkan pekerjaan, mempermudah melakukan aktivitas sehari-hari dan lain sebagainya. Meskipun ilmu ini bermanfaat, namun belum banyak yang mengetahui pengertian engineering dasar sehingga sulit untuk menguasai ilmu engineering.

Padahal, mempelajari ini tidak terlalu sulit karena ada banyak cara dan teknik yang bisa digunakan untuk bisa cepat memahami dan menguasai ilmu engineering. Untuk mengetahui seperti apa caranya maka ada baiknya untuk meluangkan waktu sejenak membaca ulasan di bawah ini.

Apa itu Engineering?

Untuk bisa lebih memahami ilmu ini maka harus mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya engineering. Engineering merupakan penerapan prinsip matematika dan sains untuk merancang, membangun serta memelihara sistem, mesin atau struktur.

Kalau pada ilmu lainnya, ilmuwan hanya fokus menemukan pengetahuan baru sedangkan untuk ilmuwan yang menekuni bidang ini lebih fokus mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatkan untuk membuat inovasi baru atau menciptakan solusi yang bisa memberikan banyak manfaat untuk khalayak luas.

Agar mudah menguasai engineering maka harus memahami beberapa prinsip inti dari ilmu ini, berikut ini contoh prinsip-prinsipnya.

  • Optimasi : mencari keseimbangan antara kinerja, keamanan, keberlanjutan dan biaya.
  • Pemecahan masalah : mengidentifikasi tantangan atau kebutuhan kemudian mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah.
  • Etika profesional : mempertimbangkan dampak lingkungan, keselamatan dan sosial dalam setiap mengambil keputusan teknis.
  • Inovasi : menciptakan sistem atau peralatan baru yang lebih canggih dari sebelumnya atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Kalau sudah memahami prinsip dan filosofi dari ilmu ini maka Anda akan lebih mudah memahami detail teknis yang jauh lebih rumit.

Cabang Utama Ilmu Engineering

Engineering merupakan salah satu bidang ilmu yang sangat luas. Kalau baru pertama kali mempelajari ilmu ini maka wajib mengenal cabang-cabang ilmu utamanya agar bisa lebih fokus belajar. Untuk cabangnya sendiri terdiri dari empat disiplin ilmu, berikut ini contoh cabang-cabangnya.

Teknik Elektro

Teknik elektro merupakan ilmu yang berurusan atau berhubungan dengan elektronika, kelistrikan serta elektromagnetisme. Aplikasi ilmu ini sangatlah luas, mulai dari rangkaian mikro yang ada di chip komputer sampai dengan jaringan distribusi listrik skala nasional. Untuk menguasai teknik elektro harus benar-benar memahami sinyal dan sistem, kontrol otomatis dan juga rangkaian listrik.

Teknik Sipil

Teknik sipil adalah ilmu yang fokus merancang dan membangun infrastruktur fisik, contohnya bandara, gedung, jembatan, jalan serta sistem pengelolaan air. Ilmu yang dipelajari pada teknik sipil meliputi ilmu material, mekanik struktur, manajemen konstruksi dan juga hidrolika.

Teknik Kimia

Teknik kimia menerapkan ilmu biologi, fisika dan kimia untuk mengubah material atau bahan baku menjadi produk yang bernilai tinggi, contohnya obat-obatan, makanan, plastik dan bahan bakar. Fokus ilmu ini pada reaksi kimia, perpindahan panas atau massa dan proses-proses skala besar.

Teknik Mesin

Teknik mesin mempelajari prinsip energi, gaya dan gerak untuk merancang sistem mekanis dan mesin, mulai dari merancang komponen kecil seperti sensor sampai dengan merancang sistem kompleks seperti pembangkit listrik dan mobil. Dasar-dasar teknik mesin meliputi mekanika fluida, ilmu material dan termodinamika.

Selain cabang-cabang utama, ada juga bidang interdisipliner yang masuk dalam ilmu engineering, diantaranya adalah teknik lingkungan, teknik industri, teknik komputer dan teknik biomedis. Dengan memahami cabang ilmu ini maka Anda bisa lebih mudah memilih cabang ilmu mana yang akan didalami.

Cara Praktis Mempelajari Ilmu Engineering Dasar

Agar lebih cepat memahami pengertian engineering dan menguasai ilmu ini maka perlu mempraktikkan beberapa cara di bawah ini.

Kuasai Ilmu Sains dan Matematika Terlebih Dahulu

Agar tidak bermasalah saat sedang belajar engineering maka perlu memahami dan menguasai prinsip sains dan bahasa matematika. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli dalam kedua bidang ilmu tersebut, Anda cukup memiliki pemahaman yang baik tentang konsep-konsep utamanya.

Contohnya adalah aljabar, trigonometri, kalkulus dasar, kimia dasar dan fisika dasar. Untuk mempelajari matematika dan sains tidak harus di bangku sekolah atau kuliah karena ilmu-ilmu ini bisa dipelajari secara otodidak dan online melalui lembaga pelatihan dan pembelajaran.

Pelajari Konsep Dasar Engineering

Sebelum mempelajari perhitungan yang rumit sebaiknya pahami terlebih dahulu konsep dasar engineering secara intuitif dan konseptual. Contohnya mempelajari konsep gaya, keseimbangan, efisiensi, energi, sistem, kontrol, material dan sifatnya. Konsep-konsep dasar ini akan membantu Anda untuk lebih mudah memahami dan menyelesaikan perhitungan rumit.

Kalau ingin lebih cepat menguasai konsep dasar tersebut sebaiknya jangan hanya mengandalkan buku materi saja. Usahakan untuk menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan modern, contohnya menonton video animasi atau simulasi interaktif.

Manfaatkan Sumber Daya Online

Saat belajar sebaiknya jangan fokus membaca buku saja tapi ada baiknya untuk memanfaatkan semua sumber daya online yang ada saat ini. Ada banyak platform digital yang bisa Anda manfaatkan untuk memperdalam pemahaman engineering, contohnya platform kursus atau pelatihan, platform berbagi video atau aplikasi simulasi.

Selain itu, Anda juga bisa bergabung dengan forum atau komunitas yang sering membahas hal-hal yang berhubungan dengan engineering. Kalau Anda bergabung dengan komunitas seperti ini maka bisa mengajukan pertanyaan seputar hal-hal yang Anda belum pahami atau berdiskusi dengan anggota lain untuk mendapatkan wawasan baru.

Cobalah Membuat Proyek Sederhana

Engineering bukanlah ilmu yang bisa dikuasai hanya dengan membaca dan menghafal saja. Ilmu ini akan lebih cepat melekat apabila diuji menggunakan tangan sendiri. Anda harus bisa mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari melalui proyek-proyek sederhana.

Contohnya merancang dan membangun jembatan mini dari sedotan atau es krim, lalu menguji kekuatan jembatan yang sudah dibuat. Selain itu, Anda juga bisa mencoba membuat rangkaian listrik yang sederhana dari kabel, LED dan baterai untuk lebih memahami tegangan dan arus listrik.

Jika setelah membuat proyek tersebut masih belum terlalu memahami pengertian engineering maka Anda bisa mencoba menonton video yang dibagikan konten kreator yang fokus pada bidang engineering. Biasanya dalam video yang mereka bagikan ada penjelasan lengkap mengenai ilmu-ilmu yang diaplikasikan dalam proyek mereka.

Karir Adalah – Jenjang dan Perencanaannya

Karir Adalah

Karir Adalah

Karir adalah mengacu pada profesi meliputi sebuah job atau lebih yang telah Anda jalani sejak lulus pendidikan sampai job yang terakhir. Karir juga meliputi kronologi pendidikan, pelatihan serta pengalaman bekerja dari awal sampai job yang sedang dijalani.

Job atau pekerjaan adalah bagian dari karir secara menyeluruh. Job atau pekerjaan adalah kegiatan yang Anda lakukan setiap hari demi mendapatkan upah. Jadi, bisa dikatakan bahwa karir adalah rentetan job Anda dari awal bekerja hingga saat ini.

Karir Adalah Bagian Dalam Kehidupan Pekerja

Kehidupan Anda sehari-hari akan mengalir terus bagaikan air mengalir di sungai yang tentunya akan diiringi oleh karir Anda sebagai pekerja.

Menurut indeed.com ada 5 tahapan atau fase karir pada kehidupan pekerja yang akan mereka jalani di sepanjang hidupnya.

  1. Eksplorasi

Umumnya yang berada pada fase ini adalah mereka yang hampir diwisuda atau baru saja lulus kuliah. Pada fase ini biasanya mereka memiliki harapan ideal untuk bisa bekerja sesuai dengan bidang yang telah mereka pelajari selama masa kuliah.

Pada tahapan ini mereka juga sadar akan kemampuan diri sehingga berniat untuk menambah keahlian dengan mengikuti pelatihan ketrampilan, misalnya pelatihan bahasa asing.

  1. Establishment

Fase ke-2 ini adalah suatu tahapan waktu yang mana calon pekerja telah diterima untuk bekerja pertama kalinya sehingga mereka mendapatkan tanggung jawab pekerjaan yang ringan saja.

Pada tahapan ke-2 ini bagian dari karir adalah mempelajari job yang baru saja diterima serta giat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan diri.

  1. Pertengahan karir

Pada fase pertengahan karir ini, secara umum karir adalah berwujud komitmen yang kuat terhadap pekerjaannya. Komitmen tersebut akan mampu membuat produktivitas mereka menjadi stabil bahkan cenderung meningkat.

Selanjutnya, jika produktivitas sudah meningkat maka biasanya mereka akan menghendaki kenaikan gaji atau bahkan mendapatkan promosi.

Jika harapan tersebut di atas tidak terpenuhi maka bisa melakukan review ulang terhadap visi awal pada saat bekerja serta keahlian yang dimiliki.

Hasil review tersebut bisa untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya di dalam berkarier, apakah tetap di perusahaan yang sekarang atau pindah ke perusahaan lain.

  1. Akhir karir

Pada fase akhir karir, pekerja tidak terlalu memikirkan peningkatan ketrampilan. Biasanya usia mereka telah melewati 50 tahun hingga mendekati usia pensiun yaitu 56 tahun sehingga ada beberapa pekerja yang produktivitasnya mulai menurun.

Mereka sudah tidak diberikan job dengan tanggung jawab besar namun cenderung diberikan job untuk mengarahkan pekerja yang muda dan baru diterima bekerja.

Mereka cenderung memilih tinggal di perusahaan yang sekarang daripada memulai bekerja di perusahaan yang baru.

  1. Pensiun

Kelompok pekerja akan berbeda dari kelompok yang terbiasa berwirausaha di dalam menyikapi masa usia 55 tahun ke atas. Kelompok pekerja menganggapnya sebagai masa pensiun sehingga tidak lagi memikirkan pekerjaan. Hal ini bisa berakibat kurang baik yaitu tidak memiliki aktivitas sama sekali sehingga memunculkan kondisi “post power syndrome”.

“Post power syndrome” adalah kondisi seorang pensiunan merasa hampa setelah melewati suatu masa di mana dia memiliki “power” alias jabatan.

Sedangkan kelompok wirausaha akan tetap melakukan usaha dan bisnis meskipun usia telah mencapai 55 tahun sehingga akan tetap mempunya aktivitas yang bermanfaat.

Jenjang dan Perencanaan Karir

Apakah jenjang karir dan perencanaan karir itu? Mungkin masih banyak pekerja yang belum paham mengenai dua hal penting tersebut. Padahal dua hal tersebut bisa membantu mereka di dalam usaha meraih tujuan berkarir.

Jadi, jenjang karir/career path adalah rangkaian atau urutan posisi jabatan struktural (di dalam struktur organisasi perusahaan) yang mana bisa dijadikan sebagai acuan untuk mencapai posisi yang diharapkan oleh pekerja pada jangka panjang.

Umumnya posisi pekerjaan yang akan dicapai oleh pekerja dalam jangka panjang masih berada pada bidang yang sejenis.

Sebagai contoh kasus adalah pada jalur job berikut ini: Seorang karyawan berharap bisa dipromosikan sebagai Product Vice President di masa depan. Untuk menggapai cita-citanya tersebut maka dia harus memahami jenjang karir untuk mencapai posisi Product Vice President tersebut, yaitu:  Associate Product Manager > Product Manager > Senior Product Manager > Product Director > Product Vice President.

Contoh kasus di atas adalah contoh jenjang karir di jalur produk perusahaan tersebut.

Sangat jarang terjadi jika posisi Product Vice President diisi oleh individu dari jalur bidang yang berbeda, misalnya dari jalur finance atau legal/hukum karena suatu posisi pasti mempersyaratkan pengalaman kerja di bidang yang sama. Meskipun demikian, hal seperti itu bisa saja dilakukan oleh manajemen perusahaan jika memungkinkan.

Jadi, jika Anda menginginkan suatu posisi jabatan maka pahamilah jenjang karir di bidang job Anda di perusahaan tempat Anda bekerja.

Selanjutnya, membuat perencanaan karir adalah sangat penting bagi seorang karyawan. Sedangkan manfaat membuat perencanaan karir adalah:

  • Bisa tahu arah tujuan karir.
  • Bisa menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk menuju arah karir tersebut.
  • Bisa tahu bahwa jenis pekerjaan yang sekarang ini sudah tepat dan searah dengan arah tujuan karir.

Sebagai contoh, ada seorang new employee (karyawan baru) pada departemen finance menetapkan tujuan karir sebagai seorang finance manager. Dia wajib memahami hal-hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang finance manager di perusahaan tersebut. Dia wajib menguasai job dan skill yang dibutuhkan untuk sampai pada posisi tersebut.

Jadi, inti dari perencanaan karir adalah: memilih jenis karir > menetapkan arah tujuan karir > menetapkan jenis keahlian yang wajib dikuasai demi sampai pada tujuan karir.

Baca juga: Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja – Manakah yang Telah Anda Kuasai?

Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja – Manakah yang Telah Anda Kuasai?

Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja

Hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja riilnya adalah keahlian secara teknis yang dibutuhkan untuk mngerjakan suatu pekerjaan dengan hasil yang baik dan benar.

Hard skills bisa berupa ketrampilan anggota badan yaitu tangan dan kaki. Contoh pekerjaan yang membutuhkan hard skills dari tangan dan kaki, misalnya: atlet sepak bola, atlet bola voli, tukang kayu, driver/sopir, pilot pesawat terbang, koki, kasir, dan lain-lain.

Namun, ada juga hard skills yang tidak membutuhkan ketrampilan anggota badan, contohnya adalah: keahlian marketing dan promosi, keahlian bahasa asing, dan lain-lain.

Dengan memiliki hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja akan sangat memudahkan pekerja di dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Jika seorang pekerja sudah diterima bekerja di suatu perusahaan maka akan ada kemungkinan bagi dia untuk belajar hard skills yang baru baginya di sana.

Kali ini akan dibahas contoh-contoh hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Mungkin ada beberapa darinya yang sudah Anda miliki atau minimal Anda memiliki minat untuk melatih dan mengasahnya.

Untuk menambah wacana dan sebagai perbandingan maka pada artikel ini juga akan disajikan info tambahan berupa soft skills sebelum membahas tentang hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Seberapa Pentingnya Soft Skills?

Soft skills dan hard skills sama-sama dibutuhkan dalam dunia kerja dan juga saling berkaitan. Sukses di dalam dunia kerja tidak hanya bisa mengandalkan keahlian teknis saja namun juga keahlian lainnya misalnya kemampuan mengelola waktu dan kemampuan untuk berhubungan dengan rekan kerja, baik bawahan maupun atasan.

Soft skills adalah keahlian yang wajib dimiliki jika ingin sukses di dalam dunia kerja. Contoh macam macam soft skills yang bisa kita saksikan secara nyata di tempat kerja adalah: adab sopan santun dengan semua orang di tempat kerja, kemampuan menyampaikan pikiran kepada rekan bicara, kecerdasan emosi yaitu keahlian mengelola emosi termasuk bisa bekerja di bawah tekanan, kreativitas, dan lain-lain.

Kreatif

Kreatif bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan cara-cara yang baru di dalam menyelesaikan suatu masalah. Seorang pekerja yang kreatif akan memiliki lebih banyak inovasi untuk menghadapi suatu problem.

Komunikasi

Untuk sukses di dalam dunia kerja maka dibutuhkan pula kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik yaitu meliputi menyampaikan ide dan pendapat kepada atasan, menyampaikan kebijaksanaan manajemen kepada bawahan serta berdiskusi dengan rekan kerja pada satu level jabatan.

Itulah mengapa keahlian berkomunikasi adalah sebuah soft skill yang dipandang penting dalam dunia kerja.

Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosi yaitu kemampuan diri untuk mengedepankan pikiran jernih daripada emosi. Sebagai contoh adalah seorang pekerja yang mampu bekerja dengan hasil yang tetap baik dan tepat waktu meskipun bekerja di bawah tekanan dengan stres yang tinggi.

Dengan kecerdasan emosi maka obyektifitas akan didahulukan daripada subyektifitas sehingga memungkinkan proses delegasi dari atasan ke bawahan akan berjalan lancar.

Manajemen Waktu

Jika bisa melakukan manajemen waktu secara baik maka seorang pekerja akan bisa bekerja tepat waktu dengan hasil yang tetap baik. Dia akan bisa memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pekerjaan akan bisa diselesaikan secara efektif dan efisien melalui penerapan manajemen waktu.

Kerjasama Tim

Salah satu soft skill yang tentu saja dibutuhkan dalam dunia kerja adalah ketrampilan diri untuk mampu bekerja sama di dalam tim. Seorang pekerja yang memiliki soft skill ini akan tetap mampu bekerja sama di dalam tim meskipun dipindah ke suatu tim yang lain atau tim yang baru bagi pekerja tersebut.

Sebenarnya ada keuntungan dari penempatan untuk bekerja sama di dalam suatu tim yaitu bisa mendapatkan ide-ide dari pemikiran anggota-anggota lainnya.

Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja

Marketing & Promosi

Yang namanya organisasi usaha atau perusahaan pasti membutuhkan marketing-termasuk promosi-untuk memasarkan produk atau jasanya. Oleh sebab itu maka hard skill keahlian dalam marketing sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun.

Sedangkan ketrampilan teknis yang termasuk ke dalam hard skill marketing di antaranya adalah ketrampilan menjual, layanan purna jual, promosi dan periklanan, digital marketing, SEO, dan lain-lain.

Bahasa Asing

Akhir-akhir ini di dalam perkembangan bisnis, bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Hal ini karena seiring dengan perkembangan dunia internet maka sektor bisnis bisa dipantau oleh calon klien atau customer dari negara lain.

Oleh sebab itulah ketrampilan berbahasa asing adalah hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang wajib untuk dikuasai oleh para pencari kerja. Dengan mahir berbahasa asing, ada kemungkinan bagi pencari kerja untuk bisa diterima bekerja di perusahaan dari negara lain.

Desain Grafis

Dunia digital semakin berkembang dengan pesat. Seiring dengan kondisi tersebut maka digital marketing dengan menggunakan website, media sosial ataupun aplikasi smartphone semakin berkembang pula.

Kondisi tersebut membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli di bidang desain grafis untuk keperluan content creation alias pembuatan konten misalnya untuk membuat website, konten untuk media sosial misalnya video dan banner, atau membuat materi presentasi secara online.

Bahasa Pemrograman

Selanjutnya, hard skill yang dibutuhkan dengan prospek yang semakin bagus dalam dunia kerja seiring dengan perkembangan dunia digital adalah menguasai coding alias sebagai programmer. Berbagai jenis aplikasi android atau IOS atau aplikasi berbasis desktop bisa dibuat melalui bahasa program seperti misalnya PHP, Java, CSS, C++, HTML,  dan lain-lain.

Demikianlah sekilas paparan mengenai contoh-contoh  hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Macam Macam Soft Skill – Pilih yang Sesuai Dengan Karakter Anda, Lalu Kembangkan!

Macam Macam Soft Skill

Macam macam soft skill telah diungkap pada berbagai studi ketenagakerjaan. Umumnya perusahaan akan mencari kandidat pegawai yang telah memiliki soft skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kandidat yang memiliki soft skill biasanya juga memiliki ketrampilan interpersonal sehingga akan bisa sukses dalam bekerja secara tim.

Ketrampilan soft skill interpersonal menggambarkan bagaimana cara memandang para pekerja lain di dalam satu tim serta berinteraksi dengan mereka. Pahami macam macam soft skill yang telah diungkap. Kemudian pilih yang sesuai dengan karakter anda. Selanjutnya latih dan kembangkan secara terus menerus.

Definisi dari hard skills lebih mudah dijelaskan dan dipahami oleh siapapun karena skills ini bisa disaksikan serta langsung berkaitan dengan profesi seseorang. Hard skills lebih mudah dipelajari dan lebih gampang diberikan penilaian oleh pemberi kerja dibandingkan dengan soft skills.

Sebagai contoh adalah karyawan di bagian akunting yang wajib memiliki hard skill berupa ketrampilan di bidang akuntansi. Namun, mereka juga dituntut untuk memiliki soft skill berupa kemampuan berinteraksi dan bekerja sama di dalam tim dengan rekan-rekan kerja.

Macam Macam Soft Skill yang Anda Bisa Kuasai

Soft skills adalah ketrampilan lembut-bukan ketrampilan teknis-yang identik dengan berpikir dan bersikap positif serta keahlian berkomunikasi. Namun, aspek-aspek soft skills yang telah  dikaji adalah lebih komprehensif alias lebih menyeluruh dari hanya seputar komunikasi.

Di bawah ini adalah gambaran secara singkat tentang macam macam soft skill. Baca dan pahami lalu pilih soft skills yang paling sesuai dengan karakter Anda. Kemudian latih dan kembangkan supaya bisa mendukung kinerja Anda.

1.      Berpikir Kritis

Calon pekerja yang memiliki keahlian berpikir kritis untuk menilai suatu kondisi serta membuat keputusan atas kondisi tersebut adalah kandidat yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kandidat dengan kemampuan seperti ini akan mampu menganalisa permasalahan serta berusaha mencarikan solusinya apapun bidang pekerjaannya.

Berikut ini adalah aspek-aspek yang membentuk ketrampilan berpikir kritis:

  • Berpikir logis
  • Pemecahan masalah
  • Adaptasi
  • Mau belajar hal yang baru
  • Inovasi
  • Kreativitas
  • Fleksibilitas
  • Berpikir “out of the box”
  • Toleransi terhadap perubahan dan perbedaan

2.      Mampu Beradaptasi

Perubahan-perubahan di internal atau di eksternal perusahaan akan bisa berpengaruh pada kinerja perusahaan. Umumnya, perusahaan pasti lebih menyukai pekerja yang mampu beradaptasi dan menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

Perusahaan dan pekerja wajib proaktif menghadapi dan mengatasi perubahan-perubahan yang diprediksi akan terjadi dengan cara aktif mengadakan pelatihan-pelatihan. Dengan demikian maka diharapkan pekerja akan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di depan.

Karakter-karakter yang bisa membentuk kemampuan adaptasi:

  • Manajemen diri
  • Pemikiran terbuka
  • Fleksibilitas
  • Positif dan optimis
  • Percaya diri
  • Motivasi diri
  • Membuat keputusan
  • Keinginan belajar hal baru
  • Disiplin

3.      Leadership atau Kepemimpinan

Leadership atau kepemimpinan adalah satu jenis soft skill yang sangat berharga di mata perusahaan atau organisasi.

Umumnya, perusahaan pasti ingin memiliki pekerja yang memiliki kemampuan yang baik di dalam berkomunikasi dengan atasan, rekan-rekan kerja pada satu level, dan bawahan. Apalagi jika pekerja tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan di levelnya.

Perusahaan pasti menyukai kondisi tersebut di atas walaupun pada akhirnya tidak setiap pekerja bisa mengisi posisi pimpinan. Tahukah Anda keahlian apa saja yang membuat Anda untuk bisa menjadi leader?

Ikuti keahlian-keahlian berikut ini. Mungkin Anda belum menyadari bahwa Anda telah memiliki beberapa dari keahlian-keahlian berikut ini:

  • Membuat perencanaan
  • Memberikan delegasi
  • Mengawasi eksekusi rencana
  • Membimbing
  • Memberikan motivasi
  • Pengambilan keputusan
  • Memberikan inspirasi
  • Mengelola konflik

4.      Bersikap Positif

Pekerja yang memiliki attitude yang positif akan mendapatkan apresiasi dari perusahaan apalagi jika tugas-tugasnya bersifat pelayanan, di bawah tekanan serta membutuhkan kecepatan.

Pada kondisi di bawah tekanan namun tetap bisa mempertahankan semangat bekerja dan tetap bersikap ramah terhadap customer dan rekan-rekan kerja maka sikap positif tersebut adalah sikap yang diinginkan oleh perusahaan.

Banyak attitude positif yang bisa Anda latih dan asah secara mandiri asalkan ada kemauan, di antaranya adalah:

  • Jujur
  • Ramah
  • Sopan
  • Mau bekerja sama
  • Hormat
  • Percaya diri
  • Sabar
  • Semangat
  • Kemauan belajar hal baru

5.      Team Working

Kemauan beserta kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah tim adalah soft skill yang juga banyak dicari oleh perusahaan.

Walaupun dipertemukan dengan anggota tim yang baru, kemauan untuk bekerja sama tetap wajib dipertahankan.

Cek beberapa aspek karakter berikut ini yang bisa menciptakan keahlian untuk team working:

  • Keahlian interpersonal
  • Mempertahankan hubungan interpersonal
  • Empati
  • Menerima masukan
  • Kecerdasan emosional
  • Kemampuan sosial
  • Kolaborasi
  • Kompetensi intelektual
  • Layanan pelanggan
  • Keterampilan menjual
  • Kesadaran diri
  • Persuasi

6.      Kemampuan Komunikasi

Kemampuan berkomunikasi meliputi berbicara dan juga mendengarkan. Individu yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan mampu menyampaikan ide-ide dengan baik dan juga bisa mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik pula.

Semua bidang pekerjaan membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan baik yaitu berkomunikasi dengan atasan, bawahan dan rekan kerja pada satu level. Apa lagi pada bidang pelayanan pelanggan yang membutuhkan kemampuan mendengarkan dengan baik apa-apa saja yang menjadi keluhan pelanggan.

Silahkan ikuti beberapa ketrampilan berkomunikasi di bawah ini. Mungkin Anda telah memiliki beberapa ketrampilan di antaranya:

  • Komunikasi verbal
  • Komunikasi non verbal
  • Komunikasi visual
  • Mendengar
  • Membaca bahasa tubuh
  • Keterampilan sosial
  • Persuasi
  • Membuat proposal dan laporan

7.      Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional alias EQ adalah kemampuan pikiran di atas emosi. Atau dengan kata lain adalah kemampuan pikiran untuk mengendalikan emosi di dalam situasi kondisi apapun terlebih di dalam kondisi pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi (working under pressure).

Dengan memiliki kecerdasan emosi yang bagus maka seorang pekerja akan bisa menerima kritikan untuk pekerjaannya. Dia bisa bersikap sangat profesional dengan menganggap “nothing personal” terhadap setiap kritikan atas hasil pekerjaannya.

Dengan pikiran yang bisa mengendalikan emosi maka proses komunikasi antara pihak yang memberikan kritik/menilai dengan pihak yang dikritik/dinilai akan berjalan lancar tanpa ada ketegangan.

Hard skills penting untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat teknis namun soft skills penting untuk bekerja sama demi tujuan perusahaan atau organisasi.

Demikianlah contoh macam macam soft skill yang penting untuk dipelajari, dilatih, dikembangkan serta diaplikasikan pada dunia kerja.

Namun, sebenarnya macam-macam soft skill tersebut juga sangat bagus untuk diaplikasikan pada hubungan antara suami dengan istri, hubungan antara orang tua dengan anak-anak atau hubungan bersosialisasi antar tetangga.

Contoh Hard Skill dalam CV yang HRD Suka

Contoh Hard Skill dalam CV

Artikel ini membahas contoh hard skill dalam CV yang akan disukai oleh bagian HRD di perusahaan yang bisa Anda cantumkan dengan syarat hard skill tersebut memang telah Anda kuasai.

CV (Curriculum Vitae) dikenal sebagai satu dari sekian dokumen penting yang mesti dibuat dan dilampirkan oleh para pelamar pekerjaan. Umumnya para pelamar pekerjaan akan disaring pada proses rekrutmen melalui CV tersebut.

Dengan merujuk pada pentingnya CV maka sudah seharusnya pelamar pekerjaan menambahkan aspek ketrampilan alias skills pada CV dalam rangka meningkatkan ketertarikan perusahaan pada mereka.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas contoh soft skill dalam CV. So, pada artikel ini kita akan membahas contoh hard skill dalam CV.

Contoh Hard Skill dalam CV

Ketrampilan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang sebagai hasil dari dia belajar dan berlatih secara berkelanjutan disebut sebagai hard skill.

Tiap-tiap individu pasti memiliki hard skill yang berbeda-beda. Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor: pendidikan formal, kursus dan pelatihan-pelatihan yang pernah mereka ikuti.

Artikel berikut ini menjelaskan sedikit contoh hard skill yang secara umum dibutuhkan oleh perusahaan:

1.      Skill mengoperasikan komputer

Ketrampilan mengoperasikan aplikasi/software komputer khususnya aplikasi pengolah kata dan angka-angka adalah sangat penting untuk menyelesaikan tugas-tugas administrasi.

Secara umum, ketrampilan berupa basic computer skills misalnya Microsoft Office adalah kualifikasi wajib yang harus dimiliki oleh kandidat pekerja di perusahaan manapun. Basic computer skills tersebut di antaranya adalah:

  • Microsoft Powerpoint
  • Microsoft Excel
  • Microsoft Word
  • Microsoft Outlook
  • Microsoft OneNote

2.      Marketing Skills

Perusahaan-perusahaan khususnya yang bergerak di bidang penjualan retail/consumer sales maka sangat membutuhkan kandidat yang telah memiliki hard skills berupa marketing skills.

Unsur-unsur hard skills yang merupakan bagian dari marketing skills adalah ketrampilan market research, advertising, selling dan pelayanan after sales. Semua unsur tersebut bisa dilakukan secara offline dan atau secara online.

Jika Anda memang memiliki beberapa contoh marketing skills yang ada di bawah ini, silahkan Anda tuliskan pada CV Anda:

  • Content creation
  • Campaign management
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Search Engine Marketing (SEM)
  • Social media marketing

3.      Design Skills

Hard skills berupa ketampilan dalam mengerjakan desain tentunya adalah aset berharga bagi perusahaan yang bergerak di bidang desain, yaitu desain untuk kepentingan di internet misalnya desain website atau desain untuk kepentingan offline misalnya desain rumah, apartemen, taman atau kolam renang.

Ketarmpilan dalam menciptakan desain sangat terkait dengan software. Berikut ini adalah beberapa software untuk menciptakan suatu desain yang wajib dikuasai oleh pekerja di bidang desain:

  • Corel Draw
  • InDesign
  • UX/UI design
  • Illustrator
  • Photoshop

4.      Writing Skills

Ketrampilan membuat tulisan atau ketrampilan jurnalis sangat dibutuhkan pada bidang kerja tertentu misalnya job membuat promosi penjualan, membuat presentasi, membuat laporan atau membuat profil perusahaan/company profile.

Ketrampilan membuat tulisan bisa dibagi menjadi kategori-kategori berikut ini:

  • Menulis laporan bisnis.
  • Menulis presentasi
  • Menulis email
  • Membuat tulisan yang menjual
  • Menulis alur cerita

Anda wajib terus mengasah ketrampilan diri secara berkelanjutan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan walaupun telah ada beberapa hard skill yang sudah Anda kuasai.

Bagi para kandidat pekerja, semakin banyak hard skills yang dikuasai maka akan semakin meningkatkan nilai jual mereka di mata perusahaan.

Demikian pula bagi para pekerja yang telah eksis, semakin banyak hard skills yang dikuasai maka akan semain meningkatkan potensi untuk mendapatkan promosi.

Deskripsi singkat di atas tersebut adalah sedikit contoh hard skill dalam CV yang mungkin akan disukai oleh HRD yang bisa dituliskan pada CV Anda. Tentu saja cantumkan hard skills yang memang telah Anda kuasai.

Baca juga artikel menarik lainnya tentang “Dunia Kerja” yaitu: Contoh Soft Skill dalam CV atau Riwayat Hidup – Menarik Perhatian HRD!