Alergi Debu – Pemicu, Ciri-Ciri & Cara Mengatasinya

Alergi Debu - Pemicu, Ciri-Ciri & Cara Mengatasinya

Pemicu Alergi Debu

Alergi debu dikenal sebagai salah satu jenis penyakit alergi yang mana jumlah penderitanya cukup signifikan. Banyak faktor yang bisa memicu kambuhnya alergi. Demikian pula banyak juga bentuk gangguan kesehatan yang disebabkan oleh alergi.

Faktor-faktor pemicu pada alergi debu dan alergi dingin adalah sangat sulit dihindari karena debu selalu ada apakah di dalam atau di lur rumah. Demikian pula jika suhu udara sedang dingin maka alergi dingin akan mudah kambuh.

Apakah yang terjadi sehingga reaksi alergi bisa dipicu dan kemudian menjadi kambuh? Reaksi alergi bisa dipicu oleh debu yang bagimana? Faktanya berdasarkan penelitian ternyata gejala alergi yang kambuh bukan hanya disebabkan oleh faktor partikel debu saja.

Ternyata banyak partikel lain di dalam debu di sekitar kita yang bisa memicu reaksi alergi. Ikuti paparan di bawah ini. Berikut ini adalah berbagai komponen pemicu alergi di dalam debu di sekitar kita:

  1. Tungau

Faktor yang paling sering menjadi pemicu kambuhnya alergi pada debu adalah binatang tungau. Binatang ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan memiliki delapan buah kaki.

Tidak ada rumah yang bebas dari tungau meskipun kondisi rumah tersebut sudah sangat bersih. Lingkungan yang lembab dan hangat adalah tempat yang disukai oleh tungau untuk berkembang biak. Kelembaban adalah 75-80 %. Sedangkan suhunya di atas 21°C.

Tungau bisa berkembang biak dengan baik pada tempat di mana sel kulit kita yang telah mati banyak menumpuk, misalnya di sofa dan kasur. Sel kulit yang telah mati itulah yang menjadi makanan tungau.

  1. Kecoak

Partikel-partikel yang tidak kasat mata dari binatang ini bisa pula menjadi penyebab alergi kambuh. Partikel-partikel tersebut misalnya serpihan tubuh, saliva, sisa metabolisme, dan lain-lain.

Hal ini bisa memperjelas kenapa alergi debu bisa sering kumat juga di lokasi kecoak banyak tinggal.

  1. Jamur

Mold dikenal sebagai semacam jamur yang bisa tumbuh di limgkungan rumah kita.

Jika pada suatu waktu di atas perabot seperti di permukaan kursi kayu atau di permukaan lemari terlihat bentuk seperti kumpulan debu berwujud bintik-bintik putih kehijauan yang mana berwujud layaknya kapas maka itulah mold.

Yang dapat memicu alergi debu menjadi kambuh adalah spora yang dilepaskan oleh jamur ini ke udara.

  1. Serbuk sari

Serbuk sari berasal dari bunga dari tanaman apapun.

Masing-masing penderita alergi merasakan reaksi alergi yang bisa berbeda-beda.

Ada penderita yang jika bersentuhan dengan serbuk sari dari rumput maka dia akan merasakan penyakit alerginya kambuh. Kemudian ada juga penderita yang alerginya akan kambuh jika terpapar serbuk sari dari tanaman lain.

Kita akan mudah terkena paparan serbuk sari dari tanaman apapun karena serbuk sari berbobot sangat ringan dan berukuran sangat kecil sehingga akan gampang terbang tertiup angin.

Bagaimana Alergi Debu Terjadi?

Bagaimanakah reaksi yang terjadi secara nyata di dalam tubuh kita pada saat terpapar alergen (zat pemicu reaksi alergi)? Maukah anda mengenal apa itu alergi secara lebih detail?

Istilah alergi asalnya adalah dari Bahasa Yunani yaitu Allos dan Argon. Arti dari kata Allos adalah berbeda atau lain. Arti dari kata Argon adalah reaksi.

Arti mudahnya dari kata alergi adalah reaksi tubuh yang tidak biasa. Jadi, definisi umum dari kata alergi yaitu reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan atau melenceng dari kondisi normal sehingga memunculkan gejala yang merugikan.

Alergi sering dikenal pula yaitu adalah reaksi hipersensitivitas. Reaksi yang mana kondisi tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap partikel-partikel di sekitarnya yang dianggap sebagai benda asing yang membahayakan tubuh..

Pada waktu kita bernapas dan udara di sekitar kita mengandung alergen (partikel serangga, spora mold, serbuk sari, tungau dan debu) maka sistem imun di dalam tubuh kita membangun reaksi kekebalan terhadap alergen tersebut.

Namun, reaksi imun yang diproduksi adalah berlebihan. Maka kondisi tersebut akan menghasilkan gejala yang merugikan dan mengganggu.

Aapakah Anda pernah tahu mengenai IgE? Imunoglobuli E (IgE) diketahui sebagai bagian dari sistem imunitas tubuh kita yang ikut andil pada mekanisme alergi. Alergen yang bisa masuk ke dalam tubuh akan melekat di sel mast yang kemudian akan ditangkap oleh IgE.

Proses tersebut kemudian akan membuat sel tubuh melepaskan histamin. Histamin adalah zat yang membuat bermacam gejala alergi muncul. Mekanisme pelepasan histamin ini akan terjadi sesudah alergen tertentu mengenai IgE secara berulang.

Yang wajib kita pahami adalah tidak akan terjadi reaksi alergi pada tubuh jika hanya pertama kalinya tubuh terpapar oleh suatu alergen.

Mengenali Ciri-Ciri Alergi Debu

Gejala yang timbul oleh sebab reaksi alergi adalah cukup banyak macamnya tergantung pada jenis organ tubuh yang terkena alergen. Gejala yang dirasakan mungkin hanya ringan saja atau malah gejala yang berat.

Gejala alergi yang ringan mungkin bisa berkurang sendiri atau bisa juga dibantu dengan konsumsi obat bebas.

Sebaliknya, ada kemungkinan gejala alergi bisa menyebabkan reaksi yang berat sehingga penanganan khusus oleh tenaga medis dibutuhkan pada kondisi ini.

Jadi, kita butuh kemampuan untuk mengenali gejala alergi supaya kita bisa tahu apakah suatu alergi dapat diatasi sendiri di rumah atau wajib konsultasi ke dokter khususnya untuk alergi debu pada anak.

Di bawah ini dikenal secara luas sebagai gejala alergi debu yang sering terjadi pada penderitanya:

  1. Bersin-bersin, hidung berair, atau hidung tersumbat
  2. Mata tampak merah, gatal, dan berair
  3. Kulit di bawah mata bengkak dan berwarna kebiruan
  4. Gatal pada langit-langit mulut dan tenggorokan
  5. Batuk
  6. Sesak napas atau dada terasa berat
  7. Napas pendek atau berbunyi
  8. Alergi debu pada kulit berupa gatal-gatal

Bagaimana Mencegah Alergi Debu Kambuh?

Siapapun orangnya pasti lebih memilih untuk mencegah daripada mengobati. Seharusnya hal tersebut juga dilakukan oleh mereka yang sensitif pada debu.

Walaupun benar-benar sulit untuk bebas sepenuhnya dari paparan debu, tapi seharusnya tetap melakukan usaha-usaha untuk mengurangi paparan dengan alergen. Hal tersebut guna meminimalkan alergi debu kambuh lagi..

Jika siapapun mengalami reaksi alergi sesudah kontak dengan debu, maka perlu untuk mengikuti langkah-langkah berikut yang diperlukan untuk meminimalkan jumlah alergen yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Membersihkan Tempat dan Perlengkapan Tidur dengan Benar Secara Teratur

Ingat ini adalah tempat yang disukai tungau karena banyak sel-sel kulit mati kita yang menempel yang jadi sumber makanan mereka. Bersihkan tempat tidur sesering mungkin.

Cuci sprei, selimut, dan alas perlengkapan tidur lainnya dengan air bersuhu >50°C untuk membunuh tungau. Jangan lupa membersihkan bagian atas kepala tempat tidur yang sering jadi tempat menumpuknya debu.

Biasakan membersihkan dengan lap basah agar debu terangkat dengan baik. Hindari kemoceng karena justru membuat debu beterbangan. Hindari menggunakan selimut dari bahan wol. Untuk bagian bawah tempat tidur gunakan alat penyedot debu.

  1. Membersihkan Perabotan Rumah dengan Benar Secara Teratur

Perhatikan tempat-tempat dimana debu sering menumpuk misalnya bagian atas bingkai foto, bagian bawah sofa, lekukan ukiran pada perabot kayu anda, dan lain-lain.

Pastikan tidak ada perabotan di rumah anda yang ditumbuhi jamur (mold) atau jadi sarang kecoak. Ingat, gunakan lap basah, hindari pemakaian kemoceng.

  1. Bersihkan Karpet dan Lantai Setiap Hari

Untuk area kamar tidur sebaiknya hindari penggunaan karpet. Bersihkan karpet dengan alat penyedot debu (vacuum cleaner). Lebih baik lagi bila anda menggunakan vacuum cleaner yang dilengkapi filter HEPA (High Efficiency Particulate Air).

HEPA adalah filter dengan penyaring yang dapat menghisap beragam partikel pemicu gejala alergi seperti tungau debu, serbuk sari, spora jamur,  bahkan partikel berbahaya dari asap rokok.

  1. Minimalkan Hiasan di Dalam Rumah

Usahakan area di dalam rumah tidak diisi dengan banyak benda/hiasan seperti boneka, mainan, bunga buatan dari plastik dan lain-lain, hiasan dinding, buku, atau benda-benda pajangan lainnya.

Benda-benda ini adalah tempat dimana debu biasa menumpuk karena sulit membersihkannya dengan teliti satu persatu.

  1. Rawat Mainan dengan Tepat

Bila anak anda sensitif terhadap debu, hindari memberikan boneka mainan yang berbulu atau berbahan lembut karena berpotensi menyimpan debu. Pilih mainan yang mudah dibersihkan atau dicuci. Bila tidak digunakan simpan mainan dalam wadah yang tertutup.

  1. Hindari Kontak dengan Hewan Peliharaan

Berdasarkan penelitian ternyata bukan bulu penyebab utama reaksi alergi namun serpihan sel kulit mati, urin yang mengering, dan air liur hewan peliharaan yang dapat memicu munculnya gejala alergi.

Sebaiknya hewan peliharaan tidak berkeliaran di dalam rumah. Namun bila hewan kesayangan anda tinggal di dalam rumah lakukan hal-hal berikut ini.

Pertama mandikan secara rutin di luar rumah minimal 2 kali seminggu. Batasi ruangan yang dimasuki hewan peliharaan anda. Jangan membiarkannya masuk ke dalam kamar tidur atau ruangan yang berkarpet.

Jaga kebersihan kandangnya. Pastikan anda membersihkan dengan seksama perabotan rumah dimana hewan kesayangan anda biasa bermain.

  1. Gunakan Masker

Selalu lindungi saluran pernapasan anda dengan masker dari paparan debu, baik di dalam maupun di luar rumah. Masker harus anda gunakan saat membersihkan rumah, agar debu yang beterbangan terhalang masuk ke dalam tubuh.

Bila ada anggota keluarga yang sangat sensitif terhadap debu, sebaiknya meninggalkan ruangan yang sedang dibersihkan sampai sekitar dua jam kemudian agar tidak terpapar debu yang masih beterbangan.

Bagaimana Mengatasi Gejala Alergi Debu?

Lalu bagaimana saat gejala alergi telah menyerang? Tindakan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi keluhan yang muncul. Bila keluhan yang dirasakan masih ringan, anda dapat berusaha meredakan keluhan tersebut di rumah.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk meredakan gejala – gejala alergi debu:

  1. Terapi Uap

Menghirup uap hangat terbukti dapat meredakan keluhan di saluran pernapasan seperti bersin – bersin, hidung tersumbat, pilek, atau rasa gatal dan nyeri di tenggorokan.

Caranya cukup mudah, sediakan mangkuk besar, isi dengan air mendidih, tutup kepala anda dengan handuk dan tundukkan kepala perlahan di atas mangkuk agar anda dapat leluasa menghirup uap air yang hangat. Hembuskan napas untuk membuang lendir dari hidung.

Lakukan terapi ini selama 5-10 menit

Tambahkan beberapa tetes minyak essensial untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Eucalyptus atau minyak kayu putih bermanfaat sebagai dekongestan yang dapat melegakan pernapasan.

Pepermint dapat membantu mengurangi keluhan sakit kepala, meredakan batuk, gejala sinusitis, dan radang tenggorokan.

Lemon membantu membersihkan saluran hidung dan membuat napas anda lebih lega.

Minyak chamomile dapat meredakan gejala flu dan pilek. Tea tree oil terkenal memiliki kemampuan melawan bakteri dan infeksi.

  1. Obat tetes mata

Ini bermanfaat meredakan gejala alergi yang menyerang mata yaitu mata merah dan gatal. Jangan menggosok-gosok mata bila mata anda terasa gatal setelah terpapar debu. Mata anda bisa makin merah, iritasi, bahkan bengkak.

  1. Terapi Medis

Cukup banyak obat yang dapat meredakan reaksi alergi.

Ingat, obat anti alergi hanya meredakan reaksi alergi seperti hidung tersumbat, pilek, mata merah dan gatal, batuk, atau gatal-gatal pada kulit, bukan menyembuhkan atau menghilangkan alergi.

Misal anda menderita alergi debu dan dingin, setiap terpapar debu atau udara dingin, gejala alergi yang anda rasakan bisa kambuh.

Obat medis yang anda gunakan harus sesuai dengan petunjuk dokter. Sebagian besar obat alergi juga hanya dapat diperoleh dengan resep dokter sehingga dosis dan cara penggunaan sesuai dengan kebutuhan penderita alergi.

Berikut ini adalah contoh obat alergi yang dapat meredakan keluhan alergi.

Jenis yang paling akrab dengan kita adalah antihistamin. Sesuai dengan namanya obat ini melawan kerja histamin dalam tubuh kita. Sebagaimana telah dijelaskan pada mekanisme terjadinya alergi, histamin adalah zat yang bertanggung jawab atas munculnya beragam gejala yang mengganggu penderita alergi.

Contoh obat golongan antihistamin adalah Chlorpeneramin, Difenhidramin, Loratadin, Fexofenadin, dan Cetirizine.

Semprot hidung yang mengandung kortikosteroid sangat membantu meredakan reaksi radang aatau pembengkakan. Efek kerjanya lebih lambat daripada golongan antihistamin namun bertahan lebih lama dalam meredakan keluhan alergi. Diperoleh dengan resep dokter.

Memiliki beberapa efek samping yaitu iritasi, rasa kering pada hidung, atau dapat juga terjadi mimisan. Contoh zat kortikosteroid yang digunakan intranasal (disemprot ke dalam rongga hidung) adalah mometasone furoate 200 mcg, triamcinolone acetonide 220 mcg, dan fluticasone propionate 200 mcg.

Dekongestan adalah obat yang tepat bila anda menginginkan keluhan hidung tersumbat yang anda rasakan cepat reda.

Beberapa obat yang dapat anda beli di apotek tanpa resep adalah Afrin obat semprot hidung yang mengandung oxymetazoline, Sudafed berisi pseudoefedrin, atau Zytrec-D mengandung cetirizine dan pseudoefedrin.

  1. Suntik Alergi

Merupakan terapi bagi penderita alergi debu yang parah dimana penderita sangat sensitif terhadap debu sehingga sering kambuh dan gejala yang muncul cukup berat.

Suntik alergi ini dikenal juga dengan istilah immunotherapy. Terapi ini perlu penanganan oleh dokter yang kompeten atau ahli dalam menangani masalah alergi, sehingga dapat dilakukan dengan perencanaan yang tepat, baik terkait jadwal pemberian suntikan alergi maupun obat pendamping untuk mengatasi gejala yang muncul setelah disuntik.

Pada prinsipnya terapi ini bertujuan menurunkan respon imun terhadap alergen secara bertahap.

Fase awal berlangsung sekitar 3-6 bulan dimana anda akan mendapatkan 1-3 injeksi setiap minggu.

Fase maintenance berlangsung 3-5 tahun dimana frekuensi injeksi cukup 1 kali sebulan.

Diharapkan gejala alergi anda kan sangat berkurang bahkan hilang setelah menjalani terapi ini.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kekebalan tubuh memiliki pengaruh terhadap frekuensi kekambuhan dan berat ringannya gejala yang muncul. Saat kondisi tubuh anda sehat umumnya frekuensi kekambuhan berkurang dan seandainya kambuh gejala yang dirasakan juga lebih ringan.

Selain upaya menghindari paparan debu dan menjalani berbagai terapi untuk mengatasi keluhan alergi, anda juga harus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pola makan yang sehat, istirahat dan olahraga teratur, serta mengelola stress dengan baik akan sangat penting agar kondisi tubuh anda tetap terjaga.

Tahukah anda beberapa bahan alami juga telah terbukti membantu mengurangi keluhan alergi.

Berikut ini adalah beberapa resep alami untuk membantu meredakan gejala alergi anda.

Tambahkan irisan jahe pada teh anda untuk membantu melegakan napas.

Minum teh hijau dua kali sehari dapat mengurangi keluhan di saluran napas. Kantung teh hijau yang telah diseduh bisa anda tempelkan di kulit untuk membantu meredakan ruam atau kemerahan.

Selain diminum secara rutin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, madu juga dapat anda oleskan ke bagian kulit yang kemerahan.

Kenali alergi yang anda alami, hindari paparan alergen, jaga kesehatan, gunakan obat medis sesuai anjuran dan andapun dapat menghindari serangan alergi debu.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Alergi Dingin – Faktor Pengaruh, Pencegahan & Mengatasinya

Alergi Dingin – Faktor Pengaruh, Pencegahan & Mengatasinya

Mengenal Alergi Lebih Dekat

Alergi dingin dikenal sebagai salah satu jenis dari penyakit alergi dengan jumlah penderita yang tidak sedikit. Jika kondisi cuaca atau air menjadi dingin lalu mengenai tubuh maka terjadilah gejala alergi dingin pada para penderitanya.

Gejala alergi dingin juga bisa dipicu oleh minuman dingin dan cuaca lembab dan berangin. Jadi, bukan hanya oleh sebab suhu udara dan air dingin saja.

Alergi sendiri merupakan gangguan kesehatan yang unik karena sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menghilangkannya.

Obat alergi yang dijual bebas ataupun yang didapat dengan resep dari dokter dapat meredakan gejala yang timbul akibat alergi namun tidak menghilangkan alerginya.

Nama alergi ternyata berasal dari kata Allos dan Argon. Dalam bahasa Yunani, kata Allos mengadung arti berbeda atau lain, dan kata Argon artinya reaksi.

Secara singkat kita dapat menyebut alergi berarti reaksi tubuh yang berbeda atau tidak biasa. Dalam dunia kesehatan alergi didefinisikan sebagai reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang/berubah dari keadaan normal sehingga menimbulkan keluhan yang merugikan tubuh.

Para ahli juga menyebut kondisi alergi sebagai reaksi hipersensitivitas artinya tubuh kita menunjukkan reaksi yang berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap tubuh sebagai benda asing atau berbahaya.

Dari penjelasan di atas kita ketahui bahwa alergi terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi tidak semestinya.

Dalam alergi yang paling berperan adalah IgE (Imunoglobulin E). Saat terpapar alergen (zat yang dapat memicu gejala alergi), tubuh menghasilkan IgE yang spesifik untuk alergen tersebut.

Pada orang yang memiliki bakat atau kecenderungan alergi memproduksi IgE dalam jumlah banyak atau berlebihan. Pada fase awal, paparan dari alergen belum menimbulkan gejala alergi.

IgE selanjutnya menempel pada mast cell yang ada dalam berbagai jaringan tubuh. Suatu saat ketita alergen masuk ke dalam tubuh dan menempel pada IgE yang spesifik atau sesuai dengan alergen tersebut maka akan memicu reaksi dalam sel.

Suatu proses dimana mast cell akan melepas histamin. Zat histamin inilah yang menimbulkan beragam gejala alergi.

Rentang waktu mulai terjadinya paparan alergen sampai munculnya gejala alergi bervariasi mulai beberapa menit sampai beberapa jam. Bahkan dijumpai pula reaksi alergi yang muncul 24 jam setelah terpapar.

Setiap kali terpapar alergen maka berisiko timbulnya gejala alergi yang dapat mengganggu aktifitas penderitanya. Seseorang yang alergi terhadap makanan tertentu dapat terhindar dari gejala alergi bila ia tidak mengkonsumsi jenis makanan pemicu alerginya.

Namun penderita alergi dingin dan debu seringkali sulit untuk benar-benar bebas dari gangguan alergi karena alergennya susah untuk dihindari.

Gejala dan Ciri Ciri Alergi Dingin

Gejala alergi termasuk pada anak adalah bermacam-macam sesuai dengan organ tubuh dimana histamin dilepaskan.

Penderita alergi dingin umumnya merasakan keluhan pada saluran pernapasan atau pada kulit.

Berat ringannya gejala yang muncul bervariasi. Gejala yang ringan mungkin tak terlalu dirasakan oleh penderita atau dapat diatasi sendiri di rumah.

Tapi perlu diwaspadai bahwa gejala alergi bisa cukup parah, tekanan darah yang bersangkutan bisa turun drastis, kesadaran menurun, bahkan dapat membahayakan nyawa.

Kondisi seperti ini jelas memerlukan penanganan tenaga medis yang kompeten di fasilitas kesehatan yang memadai.

Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami oleh orang yang sensitif terhadap udara dingin.

  1. Gejala pada saluran pernapasan.

Penderitanya dapat mengeluh hidung tersumbat, gatal, bersin-bersin, atau hidung yang terus berair. Bagi orang yang alergi dingin pilek bisa ringan namun bisa sangat mengganggu bila cairan bening dan encer terus menerus mengalir dari hidung tanpa bisa dicegah.

Bersin yang terus berulang juga membuat aktifitas anda terganggu. Saatnya anda minum obat pereda alergi atau ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tapi bila napas anda terasa berat, sesak napas hebat, napas pendek-pendek, atau napas berbunyi segera menuju fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendapat terapi dan penanganan yang optimal.

Orang tua juga harus waspada jika gejala ini muncul sebagai alergi dingin pada anak mereka.

  1. Gatal pada kulit dan muncul ruam berwarna kemerahan

Gejala ini adalah keluhan yang paling sering dirasakan oleh orang yang sensitif terhadap udara dingin. Gatal dan ruam bisa tetap dirasakan walaupun penderitanya pindah ke ruangan yang lebih hangat.

Dari penelitian pada sebagian kasus, gejala ini dapat bertahan atau bahkan makin parah dalam waktu sekitar 24 jam.

  1. Bengkak pada anggota tubuh yang terpapar dingin

Bengkak sering terjadi pada tangan namun dapat terjadi pada bagian tubuh yang lain. Keluhan bengkak juga dapat muncul pada bibir dan rongga mulut setelah mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin.

Waspadai pembengkakan yang terjadi pada saluran napas seperti bagian lidah dan tenggorokan. Pembengkakan di area ini membuat penderita sulit bernapas dan bila tidak memperoleh penanganan yang tepat dapat mengancam nyawa.

  1. Bentol-bentol merah pada kulit

Keluhan ini populer di kalangan masyarakat dengan sebutan biduran. Bila digaruk maka tak lama kemudian bentol juga muncul area bekas garukan.

Pada penderita alergi dingin biduran bisa mengganggu penampilan bila terjadi di area wajah. Tak hanya menimbulkan bentol tapi biduran juga terasa gatal dan panas.

Gejala ini cukup sering membuat penderitanya datang ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi agar bentol dan gatal yang muncul dapat cepat reda.

Bagaimana cara untuk memastikan gejala yang anda alami adalah karena alergi atau bukan? Ada cara sederhana yang juga sering digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa alergi dingin pada seorang pasien.

Ambil es batu lalu lalu tempelkan pada kulit anda selama kurang lebih 5 menit. Bila anda sensitif terhadap suhu yang dingin, akan tampak gatal, kemerahan, atau bentol-bentol yang muncul pada area tersebut beberapa menit setelah es batu anda angkat.

Faktor yang Mempengaruhi Alergi Dingin

Selain cuaca, suhu dingin, atau makanan dan minuman dingin ternyata terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya gejala pada penderita alergi dingin.

Bila anda termasuk orang yang sensitif terhadap udara dingin mungkin anda akan menjumpai fakta bahwa kondisi atau suhu tertentu dapat memicu keluhan namun pada kesempatan yang lain kondisi yang sama tidak menimbulkan keluhan apapun.

Mari kita simak lebih lanjut faktor apa saja yang dapat mempermudah munculnya gejala alergi.

  1. Faktor keturunan

Dari banyak penelitian mengenai alergi ternyata memang risiko seseorang mengalami gejala alergi meningkat bila terdapat anggota keluarga yang juga menderita alergi.

Salah satu penelitiannya adalah yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012 dimana secara statistik terbukti faktor keturunan berperan dalam alergi dingin.

Gejala alergi akibat dingin pada orang yang memiliki keluarga dengan riwayat yang sama dapat terjadi 30 menit setelah terpapar dan gejalanya dapat berlangsung selama sekitar 48 jam. Ini salah satu alasan mengapa dokter umumnya menanyakan riwayat keluarga terhadap keluhan yang sama pada penderita yang diduga mengalami alergi dingin.

  1. Faktor usia

Setelah diteliti ternya gejala alergi terhadap suhu yang dingin lebih sering muncul pada rentang usia tertentu. Usia anak-anak sampai remaja memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya reaksi alergi terhadap paparan dingin.

Selanjutnya keluhan reaksi akan membaik atau berkurang frekuensi kekambuhannya dalam jangka waktu beberapa tahun.

  1. Kondisi penyakit tertentu

Para ahli yang meneliti hal-hal yang terkait dengan penyakit alergi menemukan bahwa gejala alergi terhadap cuaca atau suhu yang dingin rentan muncul pada orang-orang yang menderita kanker atau hepatitis.

Risiko terjadinya reaksi terhadap dingin juga meningkat pada sesorang yang baru mengalami pneumonia atau radang paru-paru.

Bagaimana Mencegah Alergi Dingin Kambuh?

Mencegah tentu saja lebih ideal daripada mengobati gejala yang terlanjur muncul. Sebagaimana jenis alergi yang lain ada beberapa saran yang perlu diikuti agar terhindar dari gejala alergi terhadap dingin.

Bila poin-poin berikut ini dilakukan diharapkan dapat mengurangi frekuensi kekambuhan dan seandainya muncul diharapkan gejalanya tidak parah.

  1. Menghindari paparan udara dingin

Ada hal-hal yang sebaiknya anda hindari agar tidak terjadi penurunan suhu yang drastis pada kulit yang dapat memicu timbulnya gejala alergi seperti mandi dengan air dingin di pagi hari atau penggunaan AC.

Sebaiknya tidak mengunjungi wilayah yang berhawa dingin atau dataran tinggi. Seandainya hal ini tak bisa dihindari, pastikan anda menjaga tubuh tetap hangat. Kenakan pakaian hangat seperti celana, baju panjang,  jaket, sarung tangan, dan penutup kepala.

Sebelum berenang celupkan tangan anda ke dalam kolam selama beberapa saat, lalu tunggu sejenak untuk melihat apakah muncul reaksi atau tidak. Hal ini perlu untuk mengantisipasi risiko munculnya gejala alergi yang berat saat berenang.

Anda juga dapat minum obat anti alergi sesuai anjuran dokter sebelum pergi ke tempat-tempat yang berhawa dingin.

  1. Menghindari makanan dan minuman dingin

Yang paling dikhawatirkan adalah reaksi berupa membengkaknya tenggorokan yang dapat membuat penderitanya sulit bernapas. Dalam kondisi yang parah bisa jadi mengancam nyawa.

  1. Sampaikan riwayat alergi terhadap udara dingin pada dokter

Bila anda harus menjalani operasi yang notabene dilakukan di ruangan ber-AC, riwayat alergi ini harus disampaikan.

Ini penting agar dokter dapat mencegah terjadinya reaksi alergi atau dapat segera mengambil tindakan yang tepat sila sewaktu-waktu terjadi reaksi alergi terhadap paparan AC di ruang operasi.

Cara Mengatasi Alergi Dingin

Bila sudah melakukan upaya pencegahan sedemikian rupa namun gangguan akibat reaksi alergi tetap muncul, anda mungkin perlu menggunakan obat medis agar keluhan anda segera reda dan tak mengganggu aktifitas.

Berikut ini anda dapat mengenal jenis obat-obatan yang biasa diresepkan oleg dokter untuk mengatasi gejala alergi.

  1. Obat Golongan Antihistamin

Ini merupakan jenis obat yang paling sering digunakan. Pada pembahasan di atas telah disampaikan bahwa histamin adalah zat yang berperan menghadirkan beragam gejala alergi pada tubuh penderita.

Antihistamin meredakan gejala alergi dengan cara menekan kerja histamin dalam tubuh, hasilnya keluhan yang muncul juga perlahan akan reda.

Antihistamin sebagai obat alergi tersedia dalam bentuk tablet, syrup, krim, dan injeksi. Obat dalam bentuk injeksi digunakan untuk gejala alergi yang parah dan diberikan serta dalam pengawasan tenaga medis yang kompeten.

Chlorpeneramin, Diphenhydramine, Fexofenadine, dan Cetirizine adalah beberapa contoh obat dari golongan antihistamin. Pastikan anda menggunakannya sesuai petunjuk dokter.

  1. Obat Golongan Anti Leukotriene

Leukotriene adalah zat yang dilepaskan oleh sel darah putih pada paru-paru. Zat ini memiliki efek memicu radang aliran udara jadi terhambat. Obat ini memiliki fungsi utama sebagai obat asma agar saluran napas yang menyempit pada saat serangan asma dapat melebar.

Namun ternyata obat ini dapat memberi manfaat lain pada gangguan kesehatan akibat alergi seperti mengatasi gejala alergi debu, membantu mencegah alergi musiman karena serbuk sari, dan bermanfaat meredakan biduran termasuk yang dipicu oleh udara dingin.

  1. Obat Golongan Kortikosteroid Sistemik

Obat golongan ini tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Kortikosteroid injeksi sering digunakan dokter untuk mengatasi serangan alergi yang parah.

Obat yang diberikan melalui injeksi juga lebih cepat meredakan gejala yang ditimbulkan oleh reaksi alergi.

Obat yang diminum harus dengan resep dokter. Cara minumnyapun harus sesuai petunjuk dari dokter. Prednison dan Prednisolon adalah contoh obat golongan kortikosteroid yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi keluhan akibat alergi.

Ada beberapa efek samping yang dapat anda alami saat mengkonsumsi obat ini yaitu gangguan tidur, peningkatan kadar gula darah 2 jam setelah makan, peningkatan nafsu makan, dan kenaikan berat badan.

Saat mendapatkan resep dari dokter, pastikan anda memperoleh informasi yang jelas mengenai jenis obat, cara mengkonsumsi obat, dan efek samping yang mungkin timbul.

  1. Omalizumab

Omalizumab atau dikenal juga dengan nama Xolair adalah pilihan terapi yang mungkin ditawarkan oleh dokter bila anda menderita asma atau biduran yang parah yang tidak memberikan respon yang memuaskan dengan obat golongan antihistamin atau kortikosteroid.

Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat respon kekebalan tubuh kita terhadap alergen, dalam hal ini terutama mempengaruhi Imunoglobulin E (IgE).

Obat ini diberikan dengan cara suntikan di permukaan kulit yang dilakukan setiap 4 minggu sekali. Terapi ini digunakan untuk pasien remaja atau dewasa. Dosis obat akan disesuaikan dengan respon anda terhadap terapi.

Untuk hasil yang terbaik anda perlu menjalani terapi ini secara teratur. Bila anda memutuskan untuk mencoba terapi ini, pastikan anda mengikuti jadwal terapi yang telah ditetapkan.

Jangan menghentikan terapi ini tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena penghentian terapi secara tiba-tiba dapat membuat kondisi anda lebih buruk.

Cara Alami Mengatasi Alergi Dingin

Kondisi tubuh terbukti turut berperan dalam kambuhnya gejala alergi. Saat tubuh dalam kondisi prima umumnya gangguan akibat alergi lebih jarang kambuh. Bila kambuh, gejala yang timbul juga lebih ringan.

Selain menjaga pola makan, pola tidur, serta menghindari stress, terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti:

  1. Yoghurt

Yoghurt kaya akan probiotik alami yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Selain membantu mengatasi alergi, yoghurt juga dapat membantu kita melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita.

  1. Madu

Siapa yang tak kenal dengan madu yang terbukti kaya nutrisi. Sekalipun belum ada penelitian ilmiah bagaimana madu mengurangi alergi, namun hampir semua orang yang rutin mengkonsumsi madu merasa kondisi tubuhnya lebih sehat.

Saat hidung tersumbat, minum air hangat yang dicampur madu cukup efektif mengurangi keluhan dan menghangatkan tubuh.

  1. Vitamin D

Vitamin D bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan membantu mengurangi keluhan gatal-gatal.

Anda dapat memperoleh vitamin D dengan mengkonsumsi tuna atau salmon serta berjemur di pagi hari.

Mengenali bagaimana alergi terjadi, faktor apa saja yang berperan, jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi, serta tips mencegah keluhan alergi kambuh dapat membantu anda menghadapi alergi dingin dengan tepat.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Gejala Alergi Pada Anak Beserta Pengaruhnya

Gejala Alergi Pada Anak Beserta Pengaruhnya

Definisi Alergi

Membahas penyakit dan gejala alergi pada anak bukan berarti setiap anak pasti akan terkena penyakit alergi. Namun demikian, para orang tua wajib mengenali faktor-faktor pemicu alergi pada anak.

Para orang tua diharapkan berbekal ilmu secukupnya tentang alergi supaya bisa bersikap waspada serta mengambil langkah-langkah yang benar.

Alergi diketahui semakin terkenal di masyarakat. Bahkan seringkali kalangan umum menamakan gatal-gatal di kulit-bagaimanapun penyebabnya-adalah penyakit alergi.

Faktanya banyak penyebab keluhan gatal-gatal di kulit, bukan oleh sebab alergi saja. Sebaliknya, penyakit alergi tidak hanya sebatas sebagai penyebab gatal-gatal di kulit. Banyak bentuk-bentuk gejala alergi yang lain.

Penyakit alergi menimbulkan gejala yang sering kambuh-kambuhan yang berakibat pada gangguan aktivitas. Umumnya, orang dewasa pun mengeluhkan gejala alergi mereka yang kambuh sehingga aktivitas pun menjadi tertinggal.

Anak-anak pasti akan lebih terganggu dan mengeluh jika orang dewasa saja merasa demikian. Apalagi, seusia mereka belum bisa mengatasi gangguan gejala alergi pada tubuh mereka. Nah, di sini adalah saatnya orang tua berperan besar di dalam mengenali dan mengatasi gejala alergi pada anaknya.

Penyakit alergi yang terjadi pada anak tidak hanya tentang gejala yang dirasakan saja. Namun, gangguan ksehatan apapun pada anak-termasuk penyakit alergi-akan berpengaruh jelek pada pertumbuhan dan perkembangannya.

Merujuk pada hal tersebut maka peran besar orang tua adalah memberikan perhatian dan respon cepat jika anak-anak mengalami gejala-gejala alergi untuk bisa menentukan langkah-langkah yang diperlukan.

Jadi, apakah definisi sebenarnya untuk kata alergi? Umumnya orang-orang memiliki pemahaman bahwa alergi adalah identik dengan gatal-gatal di kulit. Padahal faktanya adalah rasa gatal-gatal di kulit cuma salah satu gejala saja yang muncul.

Jadi, secara teori kesehatan, alergi adalah reaksi imunitas atau kekebalan tubuh kita yang tidak normal alias berlebihan yang menimbulkan akibat berupa gejala-gejala yang merugikan.

Tubuh kita memiliki sistem kekebalan semisal tentara yang berfungsi menyerang zat-zat yang dianggap membahayakan tubuh seperti bakteri dan virus. Pada reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh menyerang zat yang faktanya tidak berbahaya seperti misalnya zat protein yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh pada anak yang menderita alergi pada susu atau telur sapi.

Faktor yang Mempengaruhi Alergi Pada Anak

Berikut ini adalah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya alergi pada anak.

  1. Faktor keturunan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa faktor genetika erat dengan terjadinya gejala alergi. Bahkan sebagian ahli telah menemukan gen yang dianggap bertanggung jawab terhadap munculnya alergi.

Bila salah satu orang tua punya riwayat alergi maka risiko sang anak mengalami alergi akan meningkat. Risiko lebih tinggi bila riwayat alergi ada dari pihak ibu.

Risiko juga meningkat dengan signifikan bila kedua orang tua memiliki riwayat alergi. Lalu bila orang tua tidak mempunyai riwayat alergi apakah anaknya bebas dari risiko? Ternyata tidak.

Anak yang orang tuanya bebas alergi tetap punya risiko mengalami alergi sebesar 5-15%. Bila riwayat alergi dimiliki oleh salah satu orang tua, risikonya naik menjadi 20-40%. Jika kedua orang tua mempunyai riwayat alergi risikonya bisa melonjak jadi 40-80%.

  1. Proses Kelahiran Bayi

Bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gejala alergi daripada bayi yang lahir normal.

Hal ini diduga ada kaitannya dengan paparan mikro organisme di jalan lahir (vagina) yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

  1. Pemberian ASI

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko terkena gejala alergi lebih kecil daripada bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Manfaat ASI tak terbantahkan lagi. Selain unggul dalam nutrisi, mempererat hubungan ibu dan bayi, mengandung komponen kekebalan tubuh bagi bayi, serta memperkecil risiko terjadinya alergi.

Ciri-Ciri Alergi Pada Anak

Bila anak anda memiliki faktor risiko di atas, waspadai kemungkinan anak rentan mengalami gejala alergi. Kenali apa saja gejala yang dapat muncul akibat reaksi alergi.

Ingat gejalanya tak cuma sebatas alergi kulit. Beragam gejala dapat muncul, sehingga kadang orang tua tak mengira bahwa keluhan yang diderita anaknya ternyata bersumber dari alergi.

Berikut ini adalah gejala atau ciri-ciri alergi yang dapat muncul pada anak:

  1. Gejala alergi pada kulit

Gejala yang nampak juga beragam dan umumnya terkait dengan zat yang memicu reaksi alergi (alergen)nya.

Beberapa bentuk yang dapat anda jumpai adalah eksim atopik, dermatitis kontak alergik, dan urtikaria.

  • Eksim Atopik

Eksim atopik biasa disebut juga dengan nama dermatitis atopik yaitu keluhan ruam pada kulit yang dialami anak dengan riwayat alergi pada anggota keluarganya.

Pemicu tersering dari dermtitis atopik adalah jenis makanan tertentu dan tungau debu rumah.

Ada perbedaan tampilan pada kulit sesuai dengan usia anak. Pada anak yang berusia < 2 tahun ruam umumnya muncul di daerah kepala, wajah, dan dahi.

Bentuk lesi berupa bintil berwarna kemerahan, disertai lepuh halus dan basah, dan seringkali tampak keropeng. Sementara pada anak dengan usia > 2 tahun, tampilan lesi umumnya lebih kering, terdapat bintil-bintil, penebalan kulit, dan tampak seperti bersisik.

Lokasi lesi biasanya ada di lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan, juga leher namun jarang muncul di area wajah.

  • Dermatitis Kontak Alergik

Sama tepat dengan namanya, sesuai dengan namanya, keluhan ini terjadi setelah kulit kontak dengan suatu bahan tertentu.

Gejala yang tampak umumnya bercak kemerahan yang berbatas tegas, lalu muncul bengkak dan bintil-bintil, serta lepuh.

Pada kasus yang terjadi dalam waktu lama (menahun) kulit tampak kering, menebal, bersisik, terdapat bintil-bintil, atau terlihat seperti retakan pada kulit.

Gejala ini muncul di area yang kontak dengan alergen dan dapat meluas ke area sekitarnya.

Berikut ini contoh area dan alergen pemicunya:

  • Tangan : sabun cuci tangan, debu
  • Telinga : anting-anting
  • Leher : kalung
  • Tubuh : sabun, lotion, bedak, detergen, tekstil, bahan pewangi atau pelembut pakaian
  • Kaki : kaos kaki nilon, bahan pembersih lantai, sepatu, sandal

 

  • Urtikaria

Tampilan urtikaria atau yang lebih terkenal dengan istilah biduran adalah bengkak dan kemerahan yang disertai rasa gatal pada kulit. Bila dipegang kulit juga terasa hangat. Pemicu urtikaria adalah udara atau suhu yang dingin, makanan, debu, ataupun obat.

  1. Gejala alergi pada saluran napas

Cukup banyak keluhan pada saluran pernapasan yang dapat muncul karena reaksi alergi. Pada hidung gejalanya hidung tersumbat sehingga anak napas lewat mulut, sering bersin-bersin, atau pilek.

Batuk berulang juga perlu diwaspadai sebagai reaksi alergi. Sesak napas, asma, napas berbunyi  (mengi) juga dapat timbul karena alergi.

  1. Gejala alergi pada saluran pencernaan

Orang tua banyak yang tak mengira bahwa gejala pada saluran pencernaan dapat pula merupakan reaksi alergi. Keluhan kembung, nyeri perut, mual, muntah, diare berulang, atau justru sembelit dapat terjadi akibat alergi.

Diare yang disertai darah juga dapat timbul karena alergi. Gejala BAB berdarah sering disalahartikan sebagai penyakit disentri.

  1. Reaksi Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang paling ditakuti. Karena gejalanya berat dan muncul dalam waktu yang cepat setelah terpapar alergen.

Penanganan yang cepat dan tepat oleh tenaga medis di tempat yang fasilitasnya memadai sangat penting karena gejala ini dapat mengancam nyawa.

Sebagai orang tua yang paling penting adalah mengenali gejalanya dan waspada terutama bila anaknya tergolong berisiko tinggi terhadap alergi.

Berikut ini adalah gejala yang harus anda waspadai:

  1. Gatal-gatal atau kemerahan di seluruh tubuh
  2. Napas sesak atau napas yang berbunyi
  3. Bibir dan wajah tampak bengkak
  4. Bibir berwarna kebiruan disertai napas yang cepat
  5. Suara tiba-tiba serak atau menghilang secara mendadak
  6. Muntah atau diare yang terus menerus
  7. Tangan dan kaki dingin
  8. Penurunan kesadaran (pingsan)

Reaksi anafilaksis dapat terjadi akibat berbagai alergen seperti debu, hewan peliharaan, makanan, atau obat. Bila gejala ini tampak pada anak anda, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Pemicu Alergi Pada Anak

Setelah mengetahui gejala apa saja yang bisa timbul akibat alergi, selanjutnya kita perlu mengenali apa saja yang sering memicu alergi pada anak-anak.

Zat yang memicu alergi tidak harus sama dengan zat yang menimbulkan alergi pada orang tuanya. Yang menurun dari orang tua adalah kecenderungan alerginya bukan jenis alergennya.

Mari kita perhatikan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak:

  1. Makanan

Ini merupakan jenis alergen yang paling sering memicu alergi. Dari penelitian komponen yang memicu alergi makanan adalah protein.

Sehingga tak heran bila jenis makanan yang sering membuat alergi adalah makanan atau minuman yang berprotein tinggi.

Ini adalah daftar makanan yang dapat memicu alergi

  1. Susu Sapi termasuk produk olahannya seperti yoghurt dan keju
  2. Kacang termasuk di dalamnya kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang pohon seperti kacang mede, pistasio, dan kacang kenari.
  3. Gandum
  4. Telur terutama bagian putih telur yang kaya akan protein
  5. Ikan laut seperti tuna, cod, atau salmon. Jenis ikan laut lainnya juga dapat memicu alergi.
  6. Cokelat
  7. Seafood seperti udang, kerang, kepiting, atau lobster.
  8. Daging ayam
  9. Tomat

Jika anak anda tergolong tinggi risiko alerginya, pada saat memberikan MP ASI perlu perhatian khusus. Dianjurkan memberikan 1 jenis makanan setiap kali makan, sehingga bila muncul reaksi alergi akan lebih mudah untuk diketahui pemicunya.

Bila telah diketahui jenis makanan yang memicu alergi sebaiknya dihindari dan dicarikan jenis makanan pengganti agar anak tetap memperoleh zat gizi yang cukup.

Alergi susu sapi pada bayi dapat disiasati dengan memberikan susu kedelai (soya) atau susu yang terhidrolisa baik yang terhidrolisa sebagian atau sempurna.

  1. Debu, tungau, serbuk sari, dan jamur

Ini adalah kelompok alergen yang bersumber dari lingkungan sekitar anak. Alergen ini terhirup saat bernapas dan menimbulkan reaksi alergi.

Gejala yang sering timbul karena alergi debu adalah pada saluran pernapasan dan kulit. Komponen lain yang juga dapat menimbulkan reaksi alergi adalah bulu hewan peliharaan, parfum, dan asap rokok.

  1. Dingin

Pemicu alergi dingin adalah suhu yang dingin, cuaca yang berangin dan lembab, ataupun makanan dan minuman yang dingin. Alergi cuaca sering kambuh karena pemicunya sulit dihindari.

Gejala yang muncul adalah urtikaria atau pembengkakan pada area rongga mulut bila pemicunya adalah makanan/minuman dingin.

  1. Obat

Seperti alergen yang lain, biasanya reaksi alergi muncul tidak pada saat pertama anak diberikan obat tertentu. Bisa jadi awalnya tidak timbul masalah tapi pada pemberian obat yang kesekian muncul reaksi alergi.

Idealnya segera kembali ke dokter yang memberikan terapi untuk ditelusuri jenis obat yang memicu alergi dan diberikan obat jenis lain yang fungsinya sama.

Kenali obat yang memicu alergi, dan sampaikan kepada dokter pada saat anak berobat, agar dokter tidak meresepkan jenis obat tersebut.

Alergi antibiotik termasuk yang sering terjadi.

Dampak Buruk Alergi Pada Anak

Cukup banyak ternyata gejala dan sumber alergi pada anak. Orang tua harus dapat mengenali gejala-gejala ini.

Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosanya. Bilamana perlu dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan khusus untuk memastikan diagnosa alergi pada anak anda.

Berikan terapi sesuai petunjuk dokter dan lakukan upaya-upaya untuk mencegah alergi anak anda kambuh. Selain itu orang tua juga perlu mengetahui dampak alergi pada anak sehingga dapat mengantisipasi dengan tepat.

Dampak alergi pada anak dapat berupa:

  1. Asupan nutrisi terganggu

Ini terjadi pada kasus alergi makanan. Anak dengan alergi susu sapi biasanya kurang Vit D.

Ganti susu dengan susu kedelai atau susu formula khusus sesuai rekomendasi dokter.

Anda juga dapat memberikan daging sapi, daging unggas, ikan, atau sereal yang dilengkapi dengan pro Vit D. Telur mengandung vitamin A, D, E, B12, zat besi, asam folat, dan kaya protein.

Bila anak alergi telur dapat diganti dengan daging sapi/kambing/unggas, susu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

  1. Pertumbuhan dan perkembangan terganggu

Hal ini terjadi terutama pada bayi. Bila bayi sering mengalami gangguan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangannya rentan terganggu.

Gangguan pertumbuhan juga dapat terjadi pada anak dengan keluhan muntah atau diare yang berulang. Konsultasikan dengan dokter yang kompeten agar gejala alergi dapat teratasi dengan baik dan tidak sering kambuh.

  1. Kualitas hidup terganggu

Gejala alergi dapat mengganggu di saat anak seharusnya beristirahat/tidur. Keluhan gatal, hidung tersumbat, pilek dan batuk membuat anak tidak dapat tidur nyenyak, sering terbangun, atau gelisah saat tidur.

Hal ini dapat membuat anak lesu, mudah lelah, atau sulit konsentrasi pada pelajaran di sekolah. Bila gejala alergi cukup berat, terkadang anak terpaksa harus absen dari sekolah.

  1. Dampak psikologis

Pada anak usia sekolah, gejala alergi dapat mengganggu anak secara psikologis misal merasa malu karena gejala alergi pada kulitnya, anak tidak dapat beraktifitas secara normal dengan teman-temannya karena sibuk menggaruk bagian tubuh yang gatal.

Hidung yang sering tersumbat dan pilek atau batuk yang berulang bisa mengganggu konsentrasi belajar anak usia sekolah.

Sebagian anak yang alergi makanan bisa menunjukkan reaksi kecemasan karena tidak dapat bebas mengkonsumsi makanan seperti teman-temannya.

Hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang alergi terhadap beberapa (lebih dari dua) jenis makanan.

Mengatasi masalah alergi pada anak harus menyeluruh. Tak hanya mengatasi gejalanya dengan minum obat, namun harus cermat mengamati apa saja faktor pemicunya.

Menjaga anak dari paparan alergennya akan mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup anak.

Waspadai dampak fisik dan psikis anak akibat gangguan alergi yang dideritanya.

Bilamana perlu konsultasikan dengan ahlinya agar masalah fisik dan psikis anak dapat diterapi dengan baik.

Dengan penanganan yang tepat anak anda akan dapat tumbuh, berkembang, dan ceria sekalipun memiliki bakat alergi.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Kiat Bugar Dan Sehat Selama Pandemi

Selama pandemi seperti sekarang ini, memelihara kesehatan tubuh wajib dilakukan agar terhindar dari paparan virus Covid-19 yang menyebabkan sakit. Dilansir dari berbagai website kesehatan, menjaga kondisi tubuh penting agar aktivitas yang dijalani selama pandemi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya penyakit yang menjangkiti tubuh.

Menjaga kesehatan dan memelihara daya tubuh umumnya masih banyak disepelekan oleh sebagian besar orang. Masyarakat cenderung kurang peduli dengan kesehatan tubuhnya pada saat pandemi seperti sekarang ini. Bahkan pola hidup yang buruk masih saja berjalan meskipun sedang mewabahnya pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Kebijakan Selama Pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19, ada beberapa kebijakan yang diterapkan pemerintah kepada masyarakat secara umum. Kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut dilakukan guna menekan angka penularan Covid-19 di berbagai wilayah di Tanah Air. Adapun beberapa kebijakan yang ditetapkan pemerintah antara lain:

  1. Pemberlakuan PPKM

Kebijakan yang cukup familiar beberapa waktu terakhir ialah pemberlakuan PPKM yang dilakukan serentak di Pulau Jawa dan Bali terhitung mulai Januari hingga Agustus saat ini. Pada penerapan PPKM ini, pemerintah melakukan penyekatan dan pembatasan kegiatan dari masyarakat pada titik-titik yang disinyalir menjadi zona merah.

  1. Kebijakan di rumah saja

Kebijakan selanjutnya yang diterapkan oleh pemerintah seiring dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yakni kebijakan untuk tetap di rumah atau #dirumahaja yang banyak digaungkan oleh presiden, kepala daerah dan publik figur.

Kebijakan untuk di rumah saja merupakan strategi yang efektif dalam rangka mengurangi angka penyebaran dan penularan Covid-19 di berbagai wilayah di Tanah Air. Lewat kebijakan ini, pemerintah dapat mengontrol naik turunnya kurva jumlah kasus penularan Covid-19 yang ada di Indonesia.

  1. Kebijakan Kartu Prakerja

Selain kebijakan yang diarahkan untuk mengurangi angka penularan dan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan Kartu Prakerja secara bertahap untuk membantu dalam membantu masyarakat dari segi ekonomi. Khususnya bagi masyarakat yang terdampak dari adainya Covid-19 ini, seperti terkena pemutusan hubungan kerja hingga tidak mendapatkan insentif selama bekerja.

  1. Perpu Covid-19

Kebijakan terkait dengan landasan hukum kasus Covid-19 ini yakni dengan mengeluarkan Perpu Covid-19 tahun 2020 yang mencangkup penanganan Covid-19 dari segala sektor, seperti sektor ekonomi maupun kesehatan masyarakat.

Tentunya dengan adanya Perpu tersebut, beberapa lembaga negara mendapatkan persetujuan dari presiden untuk melaksanakan kegiatan protokol kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi angka penyebaran dan juga penularan COvid-19 yang ada di masyarakat.

Kiat Tubuh Tetap Bugar Selama di Rumah

Salah satu kebijakan Covid-19 yakni tetap di rumah atau #dirumahaja cukup ramai dipublikasikan oleh beberapa kepala daerah hingga seniman dan publik figur. Lewat kebijakan tersebut, masyarakat diminta agar menerapkan social distancing sehingga penularan Covid-19 dapat diantisipasi dengan baik.

Adanya kebijakan tersebut tentunya membuat sebagian besar karyawan yang sebelumnya bekerja di kantoran maupun di perusahaan mau tidak mau harus melanjutkan pekerjaannya lewat rumah atau work from home.

Nah, meskipun bekerja dari rumah, masyarakat tetap diminta untuk tidak mengabaikan kesehatan. Maka, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh harus dilakukan dengan baik. Berikut beberapa kiat dalam menjaga tubuh tetap segar dan bugar selama di rumah yang bisa kalian semua coba untuk mempraktikkannya.

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi

Selama berada di rumah, sebaiknya atur gizi secara seimbang dengan mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh. Maka, konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang tinggi sangat diperlukan. Masyarakat dapat menerapkan pola makan yang baik dengan konsumsi setengah porsi aneka sayur dan buah dalam satu piring.

Kemudian seperempat porsi protein yang berasal dari nabati maupun hewani. Setelah itu konsumsi juga seperempat porsi dari karbohidrat yang kompleks seperti beras. Tak lupa lengkapi dengan menggunakan minyak yang sehat seperti minyak jagung atau minyak zaitun.

  • Istirahat yang cukup dan banyak minum air putih

Kiat selanjutnya yakni memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat setiap harinya. Istirahat yang cukup sangat penting agar daya tahan tubuh dapat terjaga dengan baik. Tidak hanya istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak juga diperlukan sehingga proses metabolisme dapat berjalan dengan lancar. Minum air yang cukup dapat menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik.

  • Menjaga tingkat higienitas

Prioritaskan juga untuk menjaga kebersihan tubuh dan juga lingkungan sekitar dengan rajin mencuci tangan selama 20 detik baik itu sebelum maupun sesudah makan, setelah bersin atau batuk, setelah keluar dari toilet, setelah menyentuh barang yang bersifat publik dan setelah beraktivitas.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Kapankah Sebaiknya Memeriksa Jantung?

Sebagai salah satu organ yang ada dalam tubuh, jantung mempunyai peran yang sangat vital dalam tubuh manusia. Organ yang letaknya di rongga dada ini selalu berdenyut setiap detiknya. Karena jika jantung berhenti berdenyut, maka akan lain ceritanya nanti.

Pentingnya peran jantung dalam tubuh manusia membuat organ ini harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya, supaya tidak timbul gangguan pada jantung yang berujung pada kematian. Jantung punya fungsi yang penting dalam memompa darah untuk dialirkan ke seluruh organ yang ada dalam tubuh.

Darah yang telah dipompa jantung dialirkan melalui pembuluh darah pada satu sistem kardiovaskular. Adapun darah yang mengalir pada pembuluh darah tersebut mengandung oksigen dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap organ dalam tubuh. Maka ketika fungsi dari jantung terganggu, secara tidak langsung akan mengganggu juga fungsi keseluruhan organ yang ada dalam tubuh.

Kapan Dilakukan Pemeriksaan Jantung?

Dikarenakan jantung merupakan organ yang punya peran penting dan berpengaruh pada seluruh fungsi organ tubuh, maka penting bagi jantung untuk dilakukan pemeriksaan secara rutin. Hal ini juga untuk mengetahui dan mencegah dari terjadinya penyakit jantung yang dapat terjadi pada siapa saja terlepas dari usia dan jenis kelaminnya.

Adapun pemeriksaan jantung dapat dilakukan setelah menginjak usia 20 tahun ke atas, dan baiknya dilakukan secara teratur setiap 2-3 tahun sekali bagi seseorang yang tidak memiliki gejala penyakit jantung atau faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung. Pakar kesehatan di Amerika menjelaskan bahwa pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan metode skrining kardiovaskular.

Adapun skrining kardiovaskular ini meliputi beberapa macam pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula dalam darah, berat badan serta pemeriksaan gaya hidup seperti pola makan, olahraga dan kebiasaan merokok.

Bagi mereka yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit jantung di dalam keluarga, sebaiknya untuk memeriksakan kesehatan jantungnya sedini mungkin guna melakukan pencegahan dan juga pemantauan dari kemungkinan timbulnya penyakit jantung.

Pemeriksaan bagi seseorang dengan riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung dapat dilakukan setahun sekali dengan catatan tidak ditemui adanya gejala risiko jantung. Namun bila ditemui adanya kelainan, pemeriksaan organ jantung perlu dilakukan 6 bulan sekali.

Metode Pemeriksaan Jantung

Selain Skrining kardiovaskular, metode lain yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada jantung di antaranya :

  • EKG (Elektrokardiograf)

Metode pemeriksaan jantung EKG yakni dilakukan dengan merekam sinyal kelistrikan yang timbul pada jantung. Perekaman tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan yang timbul pada struktur dan irama jantung. Metode pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan 12-15 elektroda pada bagian dada pasien. Pada setiap elektroda tadi terhubung dengan mesin guna perekaman sinyal kelistrikan yang ada di jantung.

  • Metode CT Scan

Pemeriksaan lain untuk jantung dilakukan dengan metode CT Scan. Dimana sinar X digunakan untuk menampilkan pembuluh darah koroner serta visualisasi jantung dari pasien. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penumpukan kalsium yang ada di arteri koroner.

  • Metode Kateterisasi

Pada metode kateterisasi jantung, selang kecil atau kateter dimasukkan lewat pembuluh darah yang ada di daerah lengan atau paha. Selanjutnya, dokter mengarahkan selang kecil tersebut hingga menuju jantung menggunakan bantuan dari foto rontgen. Kateterisasi jantung ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyempitan atau sumbatan yang ada di daerah arteri dalam tubuh.

Penyebab Penyakit Jantung

Bila dalam pemeriksaan yang dilakukan ditemui adanya kelainan pada organ jantung, maka dokter akan mendiagnosa sesuai dengan gejala yang juga dialami oleh pasien. Berikut beberapa penyebab dari penyakit jantung yang banyak dijumpai.

  • Virus atau bakteri streptococcus beta hemolyticus grup A yang menjadi penyebab dari infeksi jantung atau endokarditis.
  • Pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi tinggi lemak atau karbohidrat, minim melakukan olahraga atau aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan obesitas yang dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga berpotensi memicu timbulnya penyakit jantung koroner.
  • Faktor bawaan, konsumsi kafein maupun alkohol yang berlebihan, efek stres maupun efek samping obat yang dapat berpotensi menimbulkan aritmia.

Pencegahan Penyakit Jantung

Setelah mengetahui risiko dan penyebab dari penyakit jantung, ada baiknya untuk melakukan pencegahan sehingga penyakit jantung tidak semakin parah. Adapun upaya pencegahan yang dianjurkan dan juga harus dilakukan untuk menghindari penyakit jantung yakni:

  • Kurangi konsumsi tinggi karbohidrat dan lemak. Mulailah untuk mengonsumsi secara rutin makanan rendah gula dan rendah lemak namun tinggi serat.
  • Mulailah untuk berhenti merokok dan juga hindari paparan asap rokok, karena perokok aktif maupun pasif sama berpotensinya terkena penyakit jantung.
  • Mulai latihan fisik secara rutin seperti berjalan kaki, joging, berenang, bersepeda minimnya 30 menit setiap harinya.

Demikian tadi informasi terkait kapan baiknya pemeriksaan jantung dilakukan dan faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung demi menjaga kesehatan tubuh anda.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.