Asam Urat: Definisi, Faktor Pencetus dan Cara Pencegahan

Asam Urat: Definisi, Faktor Pencetus dan Cara Pencegahan

Asam urat bisa jadi adalah satu nama pada topik kesehatan atau kedokteran yang dikenal oleh paling banyak orang. Setiap waktu jika nyeri terasa pada persendian maka kebanyakan orang akan berkomentar: itu pasti kena kena asam urat!

Setiap saat seseorang mengkonsumsi lauk enak maka juga akan selalu diingatkan supaya berhati-hati supaya tidak terkana asam urat dan juga kolesterol.

Bila kita renungkan pernyataan-pernyataan di atas pastilah muncul banyak pertanyaan.

Apa sih sebenarnya asam urat itu? Apakah suatu jenis penyakit atau zat yang ada dalam bahan makanan?

Apa asam urat sama dengan rematik? Apa bahayanya bila asam urat naik?

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul seputar asam urat.

Agar tak salah dalam memahami segala hal terkait asam urat mari kita simak fakta mengenai asam urat. Kita akan mengenal apa sebenarnya definisi asam urat, bagaimana asam urat ada di dalam tubuh kita, berapa nilai normalnya, dan apa beda rematik dan asam urat.

Definisi Asam Urat

Asam urat dikenal sebagai suatu senyawa yang diproduksi oleh tubuh kita. Pada sistem metabolisme tubuh manusia, metabolisme purin memproduksi hasil akhir yaitu berupa asam urat.

Sementara prurin sendiri terkandung dalam beberapa jenis makanan yang kita konsumsi. Semakin banyak jumlah purin yang kita konsumsi maka makin banyak pula asam urat yang terbentuk di dalam tubuh.

Apa manfaat asam urat bagi tubuh kita? Di dalam tubuh ternyata asam urat berperan sebagai antioksidan dan berperan pada regenerasi sel yaitu dalam pembentukan inti sel.

Namun untuk melakukan tugas tersebut hanya diperlukan asam urat dalam jumlah yang sedikit. Oleh karena itu kita juga mengenal nilai normal asam urat dalam darah.

Asam urat yang tersisa akan dikeluarkan dari tubuh. Mekanisme pembuangan asam urat yang berlebih adalah melalui usus sekitar 30% dan ginjal sekitar 70%. Pembuangan asam urat melalui ginjal adalah yang dominan.

Sehingga pemeriksaan kadar asam urat merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal.

Hal yang dapat mengakibatkan naiknya kadar asam urat dalam darah adalah produksi asam urat yang meningkat, pembuangan asam urat melalui ginjal dan usus yang terganggu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.

Faktor yang Meningkatkan Asam Urat

Bila kadar asam urat dalam darah kita melebihi nilai normal, dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu. Tentunya kita tak ingin mengalami gejala asam urat yang menurut pengalaman penderitanya sangat nyeri dan mengganggu aktifitas.

Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja faktor yang dapat mengakibatkan kadar asam urat dalam darah kita melonjak.

  1. Makanan

Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin berisiko meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh apabila proses pembuangan asam urat dari dalam tubuh tidak efektif.

Jenis makanan yang tinggi purin antara lain adalah: seafood, daging, jerohan, dan minuman beralkohol.

  1. Overweight/Obesitas

Berat badan yang berlebih membuat tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah yang lebih banyak sehingga ginjal membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeluarkannya dari tubuh.

  1. Kondisi Medis/Penyakit yang Diderita

Ada jenis penyakit bawaan yang mengakibatkan peningkatan produksi asam urat dalam tubuh yaitu kekurangan enzim yang memecah asam urat sehingga pembuangannya terganggu.

Ada juga kelainan bawaan lain dimana enzim yang membentuk asam urat terlalu aktif sehingga asam urat yang terbentuk berlebihan.

Penyakit kronis yang mengganggu metabolisme tubuh seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes (kencing manis), atau penyakit jantung juga dapat membuat kadar asam urat dalam darah tinggi.

Penyakit-penyakit tersebut mempengaruhi fungsi ginjal. Fungsi ginjal yang kurang baik tidak dapat efektif membuang asam urat dari dalam tubuh sehingga kadar asam urat dalam darah meningkat.

  1. Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dalam waktu lama

Ada beberapa jenis obat yang dapat meningkatkan risiko hiperurisemia (kadar asam urat yang tinggi dalam darah) bila dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan hiperurisemia:

  1. Obat TBC
  2. Obat kemoterapi atau obat yang digunakan untuk terapi kanker
  3. Obat Aspirin yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri bila diminum rutin 1-2 tablet setiap hari dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  4. Obat diuretik, obat ini biasa diresepkan untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh.
  5. Riwayat hiperurisemia pada keluarga

Bila orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat kita memiliki riwayat hiperurisemia maka kita memiliki risiko untuk mengalami hal yang sama.

  1. Usia dan Jenis kelamin

Pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah daripada wanita.

Pada pria kecenderungan tertinggi untuk hiperurisemia adalah pada usia 30-50 tahun. Sementara pada wanita risiko untuk hal yang sama, meningkat setelah yang bersangkutan mengalami menopause.

  1. Olah raga/aktifitas fisik yang berlebihan

Hal ini merupakan akibat dari menumpuknya asam laktat pada otot setelah melakukan aktifitas fisik yang berlebihan.

  1. Operasi atau trauma

Seseorang yang baru saja menjalani operasi atau mengalami cedera/trauma memiliki risiko yang lebih besar untuk hiperurisemia.

  1. Kurang minum air putih

Kondisi dehidrasi dapat mengganggu pembuangan asam urat melalui ginjal/urin sehingga kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.

Banyak minum air putih juga salah satu hal yang dianjurkan pada seseorang yang sedang mengalami keluhan akibat tingginya kadar asam urat dalam darah.

  1. Konsumsi minuman alkohol

Alkohol mengandung purin yang cukup tinggi. Selain itu konsumsi minuman beralkohol juga menghambat pembuangan asam urat melalui ginjal, sehingga berpotensi meningkatkan kadar asam urat anda.

Secara garis besar, faktor risiko di atas dapat kita bagi menjadi dua yaitu faktor yang bisa dikontrol atau dicegah dan faktor yang tidak bisa dicegah.

Usia, jenis kelamin, riwayat hiperurisemia dalam keluarga, kondisi medis, operasi/cedera, dan penggunaan obat tertentu adalah hal yang tidak bisa dihindari.

Namun makanan yang tinggi protein, kegemukan, kurang asupan air putih, konsumsi minuman beralkohol, dan pengaturan olahraga atau aktifitas fisik dapat kita kendalikan.

Bila anda memiliki faktor risiko yang tidak bisa dihindari, upayakan anda dapat mengontrol faktor-faktor lain terutama yang terkait dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan dengan gizi yang seimbang, banyak minum air putih, olahraga teratur dengan intensitas yang sesuai, serta tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

Asam Urat dan Rematik

Setelah mengenal apa itu asam urat dan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, selanjutnya kita akan membahas apa yang terjadi di dalam tubuh bila terdapat kadar asam urat yang berlebihan.

Asam urat dalam tubuh kita bila dilihat di bawah mikroskop membentuk kristal. Jika terdapat dalam jumlah banyak di dalam darah maka kristal – kristal ini akan mengendap di persendian sebagai tempat di dalam tubuh yang paling mudah dituju.

Selanjutnya kristal ini akan menyebar dalam rongga persendian. Penumpukan kristal ini umumnya terjadi di jari tangan, jari kaki, serta pergelangan kaki.

Dalam sistem kekebalan tubuh tidak hanya kuman seperti bakteri atau virus saja yang dapat memicu reaksi peradangan, namun terdapat juga mekanisme peradangan “steril” atau peradangan yang timbul bukan karena proses infeksi.

Kristal asam urat adalah salah satu zat yang dapat memicu reaksi peradangan. Sehingga sendi dimana asam urat menumpuk akan terasa linu bahkan nyeri hebat, bengkak, dan berwarna kemerahan.

Apakah hanya persendian yang akan terkena dampak dari kadar asam urat yang tinggi dalam darah? Ternyata tidak. Dari penjelasan di atas telah kita ketahui bahwa pembuangan asam urat yang paling utama dilakukan oleh ginjal melalui urin.

Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan tumpukan kristal pada ginjal yang lambat laun dapat menjadi batu ginjal. Asam urat tinggi otomatis mempengaruhi keasaman urin, sedangkan kadar keasaman yang meningkat mempermudah terbentuknya batu ginjal.

Asam Urat Penyebab Gangguan Ginjal

Akibatnya penderita hiperurisemia tidak saja berisiko menderita nyeri pada persendian, namun dapat mengalami berbagai gejala akibat adanya batu pada organ ginjalnya seperti nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, atau adanya darah dalam urin.

Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktifitas. Risiko lebih lanjut bila masalah batu pada ginjal ini tidak ditangani dengan baik akan merusak ginjal.

Kita memang memiliki dua ginjal, namun bukan tidak mungkin bila kita lalai menjaganya, fungsi dari kedua ginjal kita terganggu dan kita jatuh dalam kondisi gagal ginjal.

Solusi untuk menggantikan peran ginjal kita perlu cuci darah atau cangkok ginjal. Tak seorangpun ingin dalam posisi memilih antara dua opsi itu bukan?

Akhirnya kita harus kembali meyakini motto yang sangat terkenal di dunia kesehatan yaitu mencegah lebih baik daripada mengobati.

Menjaga pola makan dan pola hidup sehat sudah tentu lebih nyaman dan mudah dilakukan daripada harus cuci darah atau mencari donor ginjal. Jangan anggap remeh hiperurisemia.

Jangan pernah menganggap bahwa asam urat dalam darah hanya akan berakibat nyeri sendi yang dengan mudah diobati, namun anda perlu waspada komplikasi pada ginjal anda.

Penelitian yang dilakukan dr. Rudolf dari Lembaga Kesehatan Masyarakat bagian Timur Vienna mengenai hubungan antara kadar asam urat risiko penyakit ginjal dapat membantu kita untuk lebih waspada.

Studi ini melibatkan 21.475 responden yang diamati kadar asam urat dalam darah dan fungsi ginjalnya diwakili angka Nilai Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) responden.

Studi ini membagi responden dalam tiga kelompok dimana kelompok 1 kadar asam uratnya normal, kelompok 2 urisemia ringan, dan kelompok 3 urisemia tinggi.

Kelompok 2 yang mengalami urisemia ringan risikonya terkena penyakit ginjal 1,26 kali lebih besar daripada kelompok 1. Sementara kelompok 3 yang tinggi kadar asam urat di darahnya risikonya naik 1,63 kali lebih tinggi untuk kena penyakit ginjal daripada kelompok 1.

Asam urat ternyata juga dapat memicu penyakit hipertensi dan kardiovaskular (jantung). Kadar asam urat yang meningkat dapat meningkatkan CRP (C-Reactive Protein) yang merupakan tanda terjadinya inflamasi sistemik yang mempermudah terjadinya hipertensi dan gangguan kardiovaskular.

Asam urat tinggi juga erat hubungannya dengan gangguan pembuluh koroner jantung. Hal ini diduga karena kerusakan endotel atau sel bagian dalam pada pembuluh koroner jantung akibat kristal asam urat.

Masih berani menganggap remeh asam urat? Kendalikan kadar asam urat anda sebelum ia menimbulkan gangguan di banyak organ.

Nah, sekarang kita akan mengupas pendapat yang umum di masyarakat tentang asam urat bahwa rematik = asam urat. Apa perbedaan asam urat dan rematik?

Definisi rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Penyebabnya tak hanya kadar asam urat yang tinggi.

Keluhan peradangan sendi juga dapat terjadi karena infeksi bakteri, penyakit autoimun, faktor usia, cedera, dan lain-lain. Ada puluhan jenis rematik. Jadi asam urat tidak identik dengan rematik.

Kadar asam urat yang tinggi dalam darah merupakan salah satu penyebab rematik yang sering kita jumpai. Istilah khusus untuk rematik yang disebabkan oleh asam urat adalah Gout Artritis.

Nilai Asam Urat Normal

Tubuh kita membutuhkan asam urat dalam jumlah tertentu. Sebagaimana telah dipaparkan diatas, asam urat juga berperan sebagai antioksidan dan pembentukan inti sel. Berapakah nilai normal untuk asam urat dalam darah kita?

Karena usia dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya kadar asam urat, maka nilai normal asam urat juga berbeda untuk laki-laki dan perempuan dalam kelompok usia tertentu.

Berikut ini adalah nilai normal yang ditetapkan WHO. Anak laki-laki usia 10-18 tahun kadar asam urat yang normal adalah 3.6 – 5,5 mg/dl. Sementara anak perempuan dalam usia yang sama, nilai normalnya adalah 3,6 – 4 mg/dl.

Asam urat normal pria dewasa di kisaran 2 – 7,5 mg/dl. Sedangkan asam urat normal wanita dewasa kadarnya 2 – 6,5 mg/dl.

Makin bertambah usia proses pembuangan asam urat dari tubuh juga menurun, untuk laki-laki > 40 tahun nilai normalnya 2 – 8,5 mg/dl dan pada wanita > 40 tahun berkisar 2 – 8 mg/dl.

Nilai ini adalah nilai normal untuk kadar asam urat di dalam darah. Anda dapat mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan darah.

Sebelum melakukan check darah idealnya anda melakukan persiapan dengan puasa 10-12 jam namun selama puasa ini anda bebas minum air putih.

Saat menerima hasil pemeriksaan laboratorium, terkadang anda melihat nilai normal yang berbeda dengan pedoman di atas. Tak perlu bingung karena penetapan nilai normal juga terkait alat yang digunakan.

Cara Mencegah Asam Urat Tinggi

Agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan karena asam urat yang tinggi maka pemantauan kadar asam urat dalam darah perlu dilakukan, terlebih bila anda memiliki faktor risiko terjadinya hiperurisemia.

Pemeriksaan ini idealnya dilakukan sedini mungkin, karena hiperurisemia tak hanya terjadi pada usia lanjut. Banyak kasus hiperurisemia yang terjadi di usia muda bahkan tak jarang di usia 20 tahun telah menunjukkan ciri asam urat yang tinggi.

Kenali apa saja jenis makanan yang tinggi purin. Menghindari makanan yang mengandung protein adalah suatu hal yang tidak mungkin karena bagaimanapun kita butuh protein.

Yang bisa kita lakukan adalah mengkonsumsi jenis makanan berprotein dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Makanan yang kandungan protein / purinnya sangat tinggi sebaiknya dihindari dan diganti jenis lain yang tidak terlalu tinggi kadar purinnya.

Perbanyak minum air putih agar pembuangan asam urat melalui ginjal dapat lancar. Hindari konsumsi minuman beralkohol agar pembuangan asam urat tak terhambat.

Dengan pola hidup sehat, kita dapat terhindar dari radang sendi, batu ginjal, dan gagal ginjal akibat asam urat yang tinggi.

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Jerawat Bernanah, Memahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Memahami Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat Bernanah

Jerawat bernanah atau pustula adalah salah satu jenis jerawat yang tanda-tandanya adalah adanya benjolan berisi nanah berwarna putih atau kekuningan, tampak kemerahan, sedikit bengkak, ujungnya berwarna putih serta terasa nyeri.

Munculnya jerawat yang berisikan nanah adalah indikasi adanya infeksi jerawat pada jerawat tersebut. Dampak dari pustula ini adalah rasa nyeri dan juga berkurangnya rasa nyaman serta rasa percaya diri pada penderitanya.

Penyebab Jerawat Bernanah

Sebum (minyak kulit) dan sel kulit mati bisa menyumbat folikel rambut. Jika kondisi tersebut terjadi maka ada kemungkinan jerawat akan terbentuk di sana.

Selanjutnya jika terjadi infeksi bakteri pada jerawat tersebut maka sistem kekebalan tubuh akan melawan bakteri itu. Dari reaksi melawan bakteri tersebut maka pada jerawat akan timbul nanah.

Biasanya para penderita merasa nyeri jika jerawat berisikan nanah ini disentuh. Walaupun jarang ditemui namun ada kasus tertentu yang terjadi infeksi kulit berat dengan gejala demam sebagai akibat dari adanya jerawat pustula ini.

Jerawat bernanah sangat mungkin terbentuk dengan adanya faktor-faktor resiko berikut ini:

  • Perubahan hormon misalnya pada saat hamil atau masa puber.
  • Tidak menjaga kebersihan kulit.
  • Stres
  • Wajah sering berkeringat tapi tidak rutin dibersihkan.
  • Terjadinya iritasi kulit akibat alergi terhadap penggunaan produk skincare.
  • Banyak mengonsumsi makanan manis atau makanan olahan.

Pencegahan dan Pengobatan

Jerawat bernanah yang ukurannya membesar dan menjadi terasa nyeri memang membutuhkan langkah-langkah khusus untuk mengatasinya. Padahal pada banyak kasus, jerawat berisikan nanah bisa sembuh dengan sendirinya pada saat masih kecil.

Berikut ini adalah cara-cara untuk menangani jerawat yang telah berisikan nanah:

  • Menggunakan obat jerawat

Obat jerawat yang mengandung bahan aktif asam salisilat, benzoil peroksida dan sulfur bisa menjadi pilihan untuk mengatasi jerawat bernanah dan meradang. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan maka pengguna wajib memeatuhi petunjuk pemakaian obat yang sudah tertulis di kemasan.

Jika kondisi jerawat tidak segera membaik atau bahkan jerawat menjadi semakin banyak maka mengunjungi dokter adalah solusinya. Hal ini karena kondisi tersebut sudah membutuhkan penggunaan obat antibiotik atau obat hormonal yang tentunya dengan resep dokter untuk membelinya.

  • Tidak memencet jerawat

Tindakan memencet jerawat sangat dilarang pada jerawat jenis apapun apalagi pada jerawat bernanah.

Alasannya adalah tindakan tersebut menyebabkan jerawat menjadi semakin besar dan tambah meradang karena nanah masuk lebih dalam dan lebih melebar ke pori-pori di sekitarnya.

Jumlah kuman pun juga bisa bertambah banyak sebagai akibat dari tindakan memencet jerawat. Tindakan tersebut juga bisa meninggalkan luka bekas jerawat.

  • Menjaga kebersihan wajah

Membersihkan kulit wajah secara rutin-tentunya dengan cara yang benar-adalah salah satu cara untuk mencegah tumbuhnya jerawat.

Gunakan sabun wajah yang lembut non alkohol untuk mencuci kulit wajah secara rutin. Setelah menggunakan sabun, bilas kulit wajah dengan menggunakan air hangat.

Kemudian keringkan kulit wajah dengan menggunakan handuk lembut dengan cara menepuk pelan-pelan dan bukan dengan menggosok.

Produk pelembab kulit juga baik digunakan setelah mengeringkan kulit wajah untuk menjaga cairan di kulit wajah. Sedangkan produk tabir surya sangat baik untuk melindungi kulit wajah dari paparan sinar matahari.

Sebaiknya memilih produk skincare yang berlabel noncomedogenic untuk menghindari timbulnya komedo di kulit wajah.

  • Berhati-hati di dalam penggunaan kosmetik

Berhati-hatilah di dalam memilih produk kosmetik. Hindarilah produk yang menggunakan pewangi, berbahan dasar minyak serta comedogenic yang bisa memicu tumbuhnya komedo.

Jangan gunakan kosmetik yang belum habis terpakai dalam waktu yang lama karena berpotensi menjadi media tumbuhnya kuman.

  • Gaya hidup sehat

Gaya hidup sehari-hari wajib dilakukan sesuai dengan cara hidup yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan termasuk kesehatan kulit.

Jika kebersihan dan kesehatan kulit terjaga maka jerawat akan sulit untuk tumbuh di sana.

Selain menjaga kebersihan kulit, menjalankan gaya hidup sehat yang berkaitan dengan pencegahan jerawat adalah mengonsumsi makanan sehat tertentu yang tidak memicu tumbuhnya jerawat, banyak minum air putih, tidak stres dan hindari paparan asap rokok.

Beberapa cara tersebut di atas adalah langkah-langkah yang bisa anda lakukan secara mandiri untuk mengatasi jerawat bernanah tanpa bantuan medis.

Segera konsultasikan masalah jerawat anda dengan dokter spesialis kulit jika cara-cara tersebut sudah anda lakukan namun jerawat anda masih membandel.

Baca juga artikel terkait tentang jerawat di payudara.

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Kenali Penyebab Jerawat, Cegah Selagi Bisa

Kenali Penyebab Jerawat, Cegah Selagi Bisa

Telah diketahui di dunia medis bahwa pori-pori kulit yang tersumbat menjadi penyebab jerawat tumbuh. Bagaimana sebenarnya proses tumbuhnya jerawat? Ikuti paparan singkat berikut ini mengenai beberapa hal pencetus tumbuhnya jerawat:

  • Produksi sebun yang berlebihan

Dari ilmu kedokteran diketahui bahwa kelenjar minyak memproduksi sebum untuk menjaga kelembapan kulit.

Namun oleh sebab peningkatan produksi hormon androgen, produksi sebum bisa meningkat sampai 5 kali lipat. Kondisi tersebut bisa terjadi juga pada saat usia remaja.

  • Terjadinya peradangan

Dari penelitian diketahui adanya suatu kondisi pada orang-orang tertentu sebagai akibat dari faktor genetik tertentu pula yang memicu peradangan pada pembuluh darah di sekitar folikel. Penyebab dari peradangan ini diduga adalah faktor genetik.

  • Penebalan sel kulit di area folikel

Sel kulit yang berada di bagian dalam pori-pori dan juga folikel bisa menebal dan menumpuk sebagai akibat dari proses peradangan. Kondisi ini yang akan menyumbat pori-pori dan bisa memicu tumbuhnya jerawat.

  • Bakteri

Folikel rambut bisa tersumbat dan selanjutnya terjadi peradangan di area tersebut. Hal itu adalah akibat dari aktifitas bakteri Cutibacterium Acnes.

Faktor Resiko Jerawat

Semua orang bisa saja mengalami kulitnya ditumbuhi oleh jerawat. Tapi, ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena jerawat sedangkan orang lain tidak. Faktor resiko tersebut adalah:

  • Terjadinya perubahan hormon pada trimester pertama masa kehamilan, saat hendak mendapatkan haid atau perubahan hormon pada penderita kelainan PCOS.
  • Masalah jerawat secara genetika/secara turun temurun di dalam keluarga.
  • Peningkatan produksi testosteron di usia puber.
  • Jenis kulit berminyak.
  • Memakai kosmetik berbahan dasar minyak yang berpotensi memicu tumbuhnya komedo (komedogenik) khususnya pada jenis kulit berminyak. Namun jika membersihkan kosmetik tersebut secara sempurna maka tidak mengapa.
  • Sedang dalam masa penggunaan obat-obatan seperti obat antikejang, kortikosteroid dan litium.
  • Stres
  • Gaya hidup tidak sehat, misalnya: merokok
  • Gesekan kulit dengan benda secara rutin dan berulang-ulang, misalnya: setiap hari menggunakan tas ransel dan lain-lain.

 Baca juga: artikel mengenai gejala jerawat.

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Gejala Jerawat, Pahami Biar Tidak Terlanjur Parah

Di semua titik di tubuh kita yang terdapat folikel rambut maka bisa ditumbuhi oleh jerawat. Namun demikian umumnya jerawat tumbuh di area wajah, punggung, dada, leher dan bahu.

Komedo berwarna putih atau hitam akan muncul sebagai tanda mulai tumbuhnya jerawat di titik tersebut. Hal tersebut adalah gejala dari tumbuhnya jerawat yang ringan saja.

Kebalikannya pada jerawat yang meradang maka akan ditandai dengan gejala yang lebih parah. Apa saja bentuk dari jerawat yang sedang meradang? Ikuti sekilas informasi berikut ini:

  • Papula: Benjolan kemerahan yang kecil saja namun sudah terasa nyeri.
  • Pustula: Benjolan kecil yang berisikan nanah diujungnya.
  • Nodul: Benjolan yang padat, berukuran cukup besar dan terasa nyeri.
  • Kista: Benjolan yang padat karena berisikan nanah, berukuran cukup besar dan nyeri menyakitkan.

Kunjungi Dokter

Perawatan jerawat secara mandiri boleh dilakukan oleh penderita jerawat jenis papula dan pustula. Namun, sangat disarankan untuk mengunjungi dokter jika jerawat yang mereka derita tidak segera membaik.

Tapi, perlakuan tersebut tidak sama kepada penderita jerawat jenis nodul atau kista. Tidak disarankan untuk melakukan perawatan mandiri sehingga perawatan oleh dokter adalah pilihan satu-satunya untuk jerawat jenis ini.

Tumbuhnya jerawat yang cukup parah dengan mendadak mungkin adalah indikasi hadirnya penyakit lain jika terjadi pada orang dewasa. Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi ini muncul dengan diikuti oleh keluhan-keluhan yang lain.

Beberapa bentuk reaksi alergi mungkin juga bisa timbul sebagai efek dari penggunaan beberapa produk perawatan jerawat yang bisa dibeli secara bebas di toko obat atau apotek.

Kita perlu waspada terhadap reaksi-reaksi alergi di bawah ini walaupun jarang terjadi dan segera hubungi fasilitas kesehatan jika kondisi tersebut terjadi:

  • Kondisi bengkak di wajah, bibir, lidah atau mata
  • Pingsan
  • Kondisi sesak napas dan radang tenggorokan

Kunjungi artikel lainnya terkait dengan jerawat: tahukah anda penyebab, pencegahan dan pengobatan jerawat?

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

 

Tahukah Anda Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Jerawat?

Tahukah Anda Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Jerawat

Jerawat dikenal sebagai salah satu masalah kulit. Penyebabnya adalah sel kulit mati, minyak dan kotoran kulit lainnya menyumbat titik tumbuhnya rambut alias folikel rambut.

Tumbuhnya benjolan-benjolan kecil di wajah, dada, leher dan punggung adalah indikasi dari munculnya jerawat sebagai salah satu masalah kulit.

Secara umum jerawat akan hadir pada usia 10 – 13 tahun yaitu pada saat pubertas dan siapapun bisa mengalaminya. Biasanya bagi mereka yang kulitnya berminyak dan juga bagi remaja laki-laki akan cenderung mengalami kondisi jerawat yang lebih jelek.

Secara khusus pada wanita jerawat akan tetap bisa timbul hingga umur 30 tahun bahkan lebih. Namun yang dialami oleh sebagian besar orang adalah pada awal umur 20 tahun jerawat akan menghilang sendiri.

Penyebab Jerawat

Pori-pori kulit yang tersumbat oleh penumpukan sel kulit yang telah mati, produksi sebum yang berlebih serta penumpukan bakteri adalah sebab dari tumbuhnya jerawat.

Pada kulit kita terdapat pori-pori. Di dalam pori-pori tersebut terdapat folikel yang berisi akar rambut dan kelenjar minyak. Komedo putih atau komedo hitam akan terbentuk jika folikel tersumbat dan membengkak.

Proses selanjutnya adalah komedo bisa menjadi radang serta menjadi jerawat jika terinfeksi oleh bakteri. Pustula, papula, nodul dan kista adalah kemungkinan bentuk jerawat yang bisa timbul.

Cara Mengobati dan Mencegah Jerawat

Level kondisi jerawat-yaitu parah atau tidak-akan menentukan bagaimana teknik pengobatan yang sesuai.

Pemberian obat minum, obat oles maupun terapi hormon adalah sebagian metode pengobatan yang mungkin akan dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Terapi laser, chemical peeling dan ekstraksi komedo juga dikenal sebagai metode-metode pengobatan jerawat oleh ahlinya.

Tumbuhnya jerawat bisa dicegah walaupun sulit.

Hal ini artinya adalah mengurangi resiko tumbuhnya jerawat. Pencegahan tersebut bisa dengan selalu merawat kulit wajah dan tubuh, melakukan gaya hidup sehat, mengatur pola makan dan mengelola stres.

Baca pula artikel terkait jerawat: bahan alami masker penghilang komedo

 

Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.