Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja – Manakah yang Telah Anda Kuasai?

Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja – Manakah yang Telah Anda Kuasai?

Hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja riilnya adalah keahlian secara teknis yang dibutuhkan untuk mngerjakan suatu pekerjaan dengan hasil yang baik dan benar.

Hard skills bisa berupa ketrampilan anggota badan yaitu tangan dan kaki. Contoh pekerjaan yang membutuhkan hard skills dari tangan dan kaki, misalnya: atlet sepak bola, atlet bola voli, tukang kayu, driver/sopir, pilot pesawat terbang, koki, kasir, dan lain-lain.

Namun, ada juga hard skills yang tidak membutuhkan ketrampilan anggota badan, contohnya adalah: keahlian marketing dan promosi, keahlian bahasa asing, dan lain-lain.

Dengan memiliki hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja akan sangat memudahkan pekerja di dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Jika seorang pekerja sudah diterima bekerja di suatu perusahaan maka akan ada kemungkinan bagi dia untuk belajar hard skills yang baru baginya di sana.

Kali ini akan dibahas contoh-contoh hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Mungkin ada beberapa darinya yang sudah Anda miliki atau minimal Anda memiliki minat untuk melatih dan mengasahnya.

Untuk menambah wacana dan sebagai perbandingan maka pada artikel ini juga akan disajikan info tambahan berupa soft skills sebelum membahas tentang hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Seberapa Pentingnya Soft Skills?

Soft skills dan hard skills sama-sama dibutuhkan dalam dunia kerja dan juga saling berkaitan. Sukses di dalam dunia kerja tidak hanya bisa mengandalkan keahlian teknis saja namun juga keahlian lainnya misalnya kemampuan mengelola waktu dan kemampuan untuk berhubungan dengan rekan kerja, baik bawahan maupun atasan.

Soft skills adalah keahlian yang wajib dimiliki jika ingin sukses di dalam dunia kerja. Contoh macam macam soft skills yang bisa kita saksikan secara nyata di tempat kerja adalah: adab sopan santun dengan semua orang di tempat kerja, kemampuan menyampaikan pikiran kepada rekan bicara, kecerdasan emosi yaitu keahlian mengelola emosi termasuk bisa bekerja di bawah tekanan, kreativitas, dan lain-lain.

Kreatif

Kreatif bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan cara-cara yang baru di dalam menyelesaikan suatu masalah. Seorang pekerja yang kreatif akan memiliki lebih banyak inovasi untuk menghadapi suatu problem.

Komunikasi

Untuk sukses di dalam dunia kerja maka dibutuhkan pula kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik yaitu meliputi menyampaikan ide dan pendapat kepada atasan, menyampaikan kebijaksanaan manajemen kepada bawahan serta berdiskusi dengan rekan kerja pada satu level jabatan.

Itulah mengapa keahlian berkomunikasi adalah sebuah soft skill yang dipandang penting dalam dunia kerja.

Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosi yaitu kemampuan diri untuk mengedepankan pikiran jernih daripada emosi. Sebagai contoh adalah seorang pekerja yang mampu bekerja dengan hasil yang tetap baik dan tepat waktu meskipun bekerja di bawah tekanan dengan stres yang tinggi.

Dengan kecerdasan emosi maka obyektifitas akan didahulukan daripada subyektifitas sehingga memungkinkan proses delegasi dari atasan ke bawahan akan berjalan lancar.

Manajemen Waktu

Jika bisa melakukan manajemen waktu secara baik maka seorang pekerja akan bisa bekerja tepat waktu dengan hasil yang tetap baik. Dia akan bisa memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pekerjaan akan bisa diselesaikan secara efektif dan efisien melalui penerapan manajemen waktu.

Kerjasama Tim

Salah satu soft skill yang tentu saja dibutuhkan dalam dunia kerja adalah ketrampilan diri untuk mampu bekerja sama di dalam tim. Seorang pekerja yang memiliki soft skill ini akan tetap mampu bekerja sama di dalam tim meskipun dipindah ke suatu tim yang lain atau tim yang baru bagi pekerja tersebut.

Sebenarnya ada keuntungan dari penempatan untuk bekerja sama di dalam suatu tim yaitu bisa mendapatkan ide-ide dari pemikiran anggota-anggota lainnya.

Hard Skill yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja

Marketing & Promosi

Yang namanya organisasi usaha atau perusahaan pasti membutuhkan marketing-termasuk promosi-untuk memasarkan produk atau jasanya. Oleh sebab itu maka hard skill keahlian dalam marketing sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun.

Sedangkan ketrampilan teknis yang termasuk ke dalam hard skill marketing di antaranya adalah ketrampilan menjual, layanan purna jual, promosi dan periklanan, digital marketing, SEO, dan lain-lain.

Bahasa Asing

Akhir-akhir ini di dalam perkembangan bisnis, bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Hal ini karena seiring dengan perkembangan dunia internet maka sektor bisnis bisa dipantau oleh calon klien atau customer dari negara lain.

Oleh sebab itulah ketrampilan berbahasa asing adalah hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang wajib untuk dikuasai oleh para pencari kerja. Dengan mahir berbahasa asing, ada kemungkinan bagi pencari kerja untuk bisa diterima bekerja di perusahaan dari negara lain.

Desain Grafis

Dunia digital semakin berkembang dengan pesat. Seiring dengan kondisi tersebut maka digital marketing dengan menggunakan website, media sosial ataupun aplikasi smartphone semakin berkembang pula.

Kondisi tersebut membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli di bidang desain grafis untuk keperluan content creation alias pembuatan konten misalnya untuk membuat website, konten untuk media sosial misalnya video dan banner, atau membuat materi presentasi secara online.

Bahasa Pemrograman

Selanjutnya, hard skill yang dibutuhkan dengan prospek yang semakin bagus dalam dunia kerja seiring dengan perkembangan dunia digital adalah menguasai coding alias sebagai programmer. Berbagai jenis aplikasi android atau IOS atau aplikasi berbasis desktop bisa dibuat melalui bahasa program seperti misalnya PHP, Java, CSS, C++, HTML,  dan lain-lain.

Demikianlah sekilas paparan mengenai contoh-contoh  hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Gunakan Sofa Bed! Bisa Hemat Ruang Lho

Gunakan Sofa Bed! Bisa Hemat Ruang Lho

Sofa bed semakin populer khususnya bagi pemilik rumah atau apartemen yang kecil.

Harga tanah dan rumah di kota-kota besar sudah sangat mahal dan semakin langka. Kalau pun ada maka luas tanahnya semakin sempit saja. Oleh karena itu banyak orang yang memilih hunian vertikal sebagai tempat tinggal mereka. Namun, luas hunian vertikal tersebut biasanya kecil saja sehingga membutuhkan furnitur yang multi guna. Sofa bed adalah solusinya.

Sofa bed dikenal sebagai furnitur yang memiliki kelebihan yaitu:

  1. Tidak butuh banyak ruang sehingga ruang tamu tetap lega dan nyaman.
  2. Multifungsi yaitu bisa digunakan sebagai sofa untuk duduk santai dan bisa difungsikan sebagai dipan alias tempat tidur.
  3. Multifungsi dari sofa bed membuat ruang tamu juga bisa berfungsi sebagai ruang keluarga untuk bersantai di atas tempat tidur sofa bed.
  4. Berfungsi sebagai tempat tidur tambahan jika ada kerabat yang menumpang untuk bermalam.

Tips Memilih Sofa Bed

Di toko-toko furnitur bisa ditemukan sofa bed dengan berbagai macam ukuran, model serta bahan. Sofa bed yang akan dibeli harus sesuai dan matching dengan dekorasi ruang tamu untuk menjaga suasana tetap nyaman dan menyenangkan.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memilih sofa bed yang tepat untuk ruang tamu Anda:

  1. Ukuran

Tolok ukur yang pertama dalam membeli sofa bed adalah ukuran ruang tamu. Inti dari bahasan ini adalah ukuran sofa bed wajib sesuai dan benar-benar matching dengan ukuran ruang tamu.

Ukurlah ruangan terlebih dulu sebelum ke toko furnitur untuk membeli sofa bed ruang tamu supaya sofa bed tidak terlalu kecil atau terlalu besar jika dibandingkan dengan ukuran ruang tamu Anda.

Yang wajib dipikirkan bukan hanya ukuran sofa bed pada saat menjadi sofa saja tapi pikirkan juga saat dibuka menjadi tempat tidur. Apakah ukurannya masih matching dengan ruang tamu Anda?

  1. Model

Selanjutnya, tolok ukur yang kedua sebelum membeli sofa bed adalah desain ruang tamu Anda. Perhatikan bahwa model dari sofa bed yang akan Anda beli harus selaras dengan desain ruang tamu Anda.

Biasanya hunian yang relatif sempit menggunakan desain hunian minimalis, sederhana dan mengutamakan fungsi. Jadi, pilihlah sofa bed dengan model yang modern, minimalis dan nyaman. Biasanya sofa bed dengan model seperti ini akan mengutamakan fungsi serta kenyamanan. Model ini tidak mengutamakan penampilan yang full ornamen.

  1. Material

Di toko-toko furnitur tersedia berbagai sofa bed yang terbuat dari berbagai jenis bahan. Secara umum, bahan-bahan pembuat sofa bed ada 3 macam:

  • Beludru
  • Kulit
  • Fabric

Jika hunian Anda adalah hunian berdesain minimalis maka material sofa bed yang paling sesuai dan matching adalah fabric. Material ini memang digunakan untuk sofa bed minimalis.

Namun, jika ada kucing atau anjing di dalam rumah maka sofa bed berbahan kulit adalah solusi yang paling tepat supaya memudahkan Anda pada saat membersihkan sofa bed dari bulu-bulu peliharaan tersebut.

Tapi, jangan kuatir, sofa bed berbahan fabric tetap bisa Anda gunakan meskipun ada kucing atau anjing di rumah. Gunakan saja vacuum cleaner untuk membersihkan sofa bed setiap hari.

Yang harus dipertimbangkan juga yaitu bahwa beda material akan beda harga.

Demikianlah sekilas informasi tentang kelebihan sofa bed untuk hunian minimalis yang relatif sempit dan juga sedikit tips di dalam memilih sofa bed ruang tamu untuk hunian Anda. Semoga bermanfaat.

Macam Macam Soft Skill – Pilih yang Sesuai Dengan Karakter Anda, Lalu Kembangkan!

Macam Macam Soft Skill – Pilih yang Sesuai Dengan Karakter Anda, Lalu Kembangkan!

Macam macam soft skill telah diungkap pada berbagai studi ketenagakerjaan. Umumnya perusahaan akan mencari kandidat pegawai yang telah memiliki soft skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kandidat yang memiliki soft skill biasanya juga memiliki ketrampilan interpersonal sehingga akan bisa sukses dalam bekerja secara tim.

Ketrampilan soft skill interpersonal menggambarkan bagaimana cara memandang para pekerja lain di dalam satu tim serta berinteraksi dengan mereka. Pahami macam macam soft skill yang telah diungkap. Kemudian pilih yang sesuai dengan karakter anda. Selanjutnya latih dan kembangkan secara terus menerus.

Definisi dari hard skills lebih mudah dijelaskan dan dipahami oleh siapapun karena skills ini bisa disaksikan serta langsung berkaitan dengan profesi seseorang. Hard skills lebih mudah dipelajari dan lebih gampang diberikan penilaian oleh pemberi kerja dibandingkan dengan soft skills.

Sebagai contoh adalah karyawan di bagian akunting yang wajib memiliki hard skill berupa ketrampilan di bidang akuntansi. Namun, mereka juga dituntut untuk memiliki soft skill berupa kemampuan berinteraksi dan bekerja sama di dalam tim dengan rekan-rekan kerja.

Macam Macam Soft Skill yang Anda Bisa Kuasai

Soft skills adalah ketrampilan lembut-bukan ketrampilan teknis-yang identik dengan berpikir dan bersikap positif serta keahlian berkomunikasi. Namun, aspek-aspek soft skills yang telah  dikaji adalah lebih komprehensif alias lebih menyeluruh dari hanya seputar komunikasi.

Di bawah ini adalah gambaran secara singkat tentang macam macam soft skill. Baca dan pahami lalu pilih soft skills yang paling sesuai dengan karakter Anda. Kemudian latih dan kembangkan supaya bisa mendukung kinerja Anda.

1.      Berpikir Kritis

Calon pekerja yang memiliki keahlian berpikir kritis untuk menilai suatu kondisi serta membuat keputusan atas kondisi tersebut adalah kandidat yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kandidat dengan kemampuan seperti ini akan mampu menganalisa permasalahan serta berusaha mencarikan solusinya apapun bidang pekerjaannya.

Berikut ini adalah aspek-aspek yang membentuk ketrampilan berpikir kritis:

  • Berpikir logis
  • Pemecahan masalah
  • Adaptasi
  • Mau belajar hal yang baru
  • Inovasi
  • Kreativitas
  • Fleksibilitas
  • Berpikir “out of the box”
  • Toleransi terhadap perubahan dan perbedaan

2.      Mampu Beradaptasi

Perubahan-perubahan di internal atau di eksternal perusahaan akan bisa berpengaruh pada kinerja perusahaan. Umumnya, perusahaan pasti lebih menyukai pekerja yang mampu beradaptasi dan menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

Perusahaan dan pekerja wajib proaktif menghadapi dan mengatasi perubahan-perubahan yang diprediksi akan terjadi dengan cara aktif mengadakan pelatihan-pelatihan. Dengan demikian maka diharapkan pekerja akan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di depan.

Karakter-karakter yang bisa membentuk kemampuan adaptasi:

  • Manajemen diri
  • Pemikiran terbuka
  • Fleksibilitas
  • Positif dan optimis
  • Percaya diri
  • Motivasi diri
  • Membuat keputusan
  • Keinginan belajar hal baru
  • Disiplin

3.      Leadership atau Kepemimpinan

Leadership atau kepemimpinan adalah satu jenis soft skill yang sangat berharga di mata perusahaan atau organisasi.

Umumnya, perusahaan pasti ingin memiliki pekerja yang memiliki kemampuan yang baik di dalam berkomunikasi dengan atasan, rekan-rekan kerja pada satu level, dan bawahan. Apalagi jika pekerja tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan di levelnya.

Perusahaan pasti menyukai kondisi tersebut di atas walaupun pada akhirnya tidak setiap pekerja bisa mengisi posisi pimpinan. Tahukah Anda keahlian apa saja yang membuat Anda untuk bisa menjadi leader?

Ikuti keahlian-keahlian berikut ini. Mungkin Anda belum menyadari bahwa Anda telah memiliki beberapa dari keahlian-keahlian berikut ini:

  • Membuat perencanaan
  • Memberikan delegasi
  • Mengawasi eksekusi rencana
  • Membimbing
  • Memberikan motivasi
  • Pengambilan keputusan
  • Memberikan inspirasi
  • Mengelola konflik

4.      Bersikap Positif

Pekerja yang memiliki attitude yang positif akan mendapatkan apresiasi dari perusahaan apalagi jika tugas-tugasnya bersifat pelayanan, di bawah tekanan serta membutuhkan kecepatan.

Pada kondisi di bawah tekanan namun tetap bisa mempertahankan semangat bekerja dan tetap bersikap ramah terhadap customer dan rekan-rekan kerja maka sikap positif tersebut adalah sikap yang diinginkan oleh perusahaan.

Banyak attitude positif yang bisa Anda latih dan asah secara mandiri asalkan ada kemauan, di antaranya adalah:

  • Jujur
  • Ramah
  • Sopan
  • Mau bekerja sama
  • Hormat
  • Percaya diri
  • Sabar
  • Semangat
  • Kemauan belajar hal baru

5.      Team Working

Kemauan beserta kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah tim adalah soft skill yang juga banyak dicari oleh perusahaan.

Walaupun dipertemukan dengan anggota tim yang baru, kemauan untuk bekerja sama tetap wajib dipertahankan.

Cek beberapa aspek karakter berikut ini yang bisa menciptakan keahlian untuk team working:

  • Keahlian interpersonal
  • Mempertahankan hubungan interpersonal
  • Empati
  • Menerima masukan
  • Kecerdasan emosional
  • Kemampuan sosial
  • Kolaborasi
  • Kompetensi intelektual
  • Layanan pelanggan
  • Keterampilan menjual
  • Kesadaran diri
  • Persuasi

6.      Kemampuan Komunikasi

Kemampuan berkomunikasi meliputi berbicara dan juga mendengarkan. Individu yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan mampu menyampaikan ide-ide dengan baik dan juga bisa mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik pula.

Semua bidang pekerjaan membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan baik yaitu berkomunikasi dengan atasan, bawahan dan rekan kerja pada satu level. Apa lagi pada bidang pelayanan pelanggan yang membutuhkan kemampuan mendengarkan dengan baik apa-apa saja yang menjadi keluhan pelanggan.

Silahkan ikuti beberapa ketrampilan berkomunikasi di bawah ini. Mungkin Anda telah memiliki beberapa ketrampilan di antaranya:

  • Komunikasi verbal
  • Komunikasi non verbal
  • Komunikasi visual
  • Mendengar
  • Membaca bahasa tubuh
  • Keterampilan sosial
  • Persuasi
  • Membuat proposal dan laporan

7.      Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional alias EQ adalah kemampuan pikiran di atas emosi. Atau dengan kata lain adalah kemampuan pikiran untuk mengendalikan emosi di dalam situasi kondisi apapun terlebih di dalam kondisi pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi (working under pressure).

Dengan memiliki kecerdasan emosi yang bagus maka seorang pekerja akan bisa menerima kritikan untuk pekerjaannya. Dia bisa bersikap sangat profesional dengan menganggap “nothing personal” terhadap setiap kritikan atas hasil pekerjaannya.

Dengan pikiran yang bisa mengendalikan emosi maka proses komunikasi antara pihak yang memberikan kritik/menilai dengan pihak yang dikritik/dinilai akan berjalan lancar tanpa ada ketegangan.

Hard skills penting untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat teknis namun soft skills penting untuk bekerja sama demi tujuan perusahaan atau organisasi.

Demikianlah contoh macam macam soft skill yang penting untuk dipelajari, dilatih, dikembangkan serta diaplikasikan pada dunia kerja.

Namun, sebenarnya macam-macam soft skill tersebut juga sangat bagus untuk diaplikasikan pada hubungan antara suami dengan istri, hubungan antara orang tua dengan anak-anak atau hubungan bersosialisasi antar tetangga.

Sofa Ruang Tamu – Membuat Kita Betah di Rumah

Sofa Ruang Tamu – Membuat Kita Betah di Rumah

Sofa ruang tamu dan sofa ruang keluarga adalah perabot penting dari sekian jenis perabot di rumah. Mengapa? Karena ruang tamu adalah sebuah ruangan untuk beramah tamah dengan tamu dan ruang keluarga adalah untuk menikmati waktu santai bersama seluruh anggota keluarga tercinta.

Oleh sebab itu sudah sepantasnya kita menghiasi dua ruangan tersebut dengan sofa yang sesuai dengan kedua ruangan tersebut.

Ternyata tujuan dari meletakkan sofa di ruang tamu dan ruang keluarga tidak cuma untuk mendapatkan suasana yang menyenangkan namun juga untuk memperoleh fungsi dari sofa tersebut. Oleh sebab itu telah dikenal berbagai jenis sofa dengan fungsinya yang berbeda-beda.

Desain rumah secara umum dan desain ruang secara khusus harus menjadi tolok ukur pada saat memilih jenis dan bahan sofa. Jika terlanjur membeli sofa dengan jenis, model dan bahan yang tidak cocok dengan desain dan ukuran ruangan maka yang terlihat adalah kesan tidak beraturan serta jauh dari suasana yang menyenangkan.

Misalnya sofa yang ukurannya terlalu besar jika dibandingkan dengan ukuran ruang tamu maka suasana yang terlihat adalah sumpek dan tidak lega.

Jenis-Jenis Sofa Ruang Tamu

Terdapat berbagai jenis sofa di toko-toko perabot ataupun di toko-toko online di marketplace dengan bermacam-macam fungsi dan bentuk. Pada artikel di bawah ini akan dijelaskan secara singkat tentang berbagai jenis sofa untuk ruang tamu.

  1. Sofa Bed

Jenis sofa ruang tamu yang pertama adalah sofa bed. Dari namanya saja pasti sudah bisa ditebak apakah sofa bed itu. Ya benar, ini adalah perabot yang bisa berfungsi sebagai sofa di ruang tamu  sekaligus sebagai dipan alias tempat tidur di lain waktu jika dibutuhkan.

Beberapa tahun belakangan ini telah banyak orang yang menggunakan sofa bed sebagai perabot ruang tamu mereka, terlebih mereka yang memiliki rumah atau apartemen yang kecil. Alasannya karena sofa bed adalah perabot multi guna serta bisa untuk tujuan menghemat ruangan.

Jadi, jika membutuhkan sarana untuk tidur karena ada tamu yang hendak menumpang bermalam maka sofa bed ini akan sangat bermanfaat. Karena memiliki multi fungsi maka sofa bed bisa menjadi jenis sofa kekinian.

Terdapat pula sofa bed dengan desain minimalis yaitu sofa bed yang memiliki tampilan minimalis dengan jahitan-jahitan kecil dan lengan yang tersembunyi. Ini adalah jenis sofa ruang tamu yang cocok dengan desain rumah minimalis maupun desain rumah modern.

  1. Sofa Chesterfield

Jenis kedua dari sofa untuk ruang tamu adalah Sofa Chesterfield yang sudah eksis sejak abad ke-19. Karena telah eksis sejak lama, mungkin tepat juga jika dinamakan sofa klasik.

Sofa Chesterfield memiliki kesan elegan, mewah serta maskulin. Kesan tersebut muncul karena penggunaan material kulit atau beludru ditambah dengan penggunaan pola fringe dan kancing-kancing besar. Kehadiran lengan sofa yang seperti digulung setinggi sandaran juga menambah kesan elegan.

Pemilik rumah atau apartemen bisa menggunakan Sofa Chesterfield untuk melengkapi desain rumah klasik. Sofa dengan warna-warna biru navy, merah marun atau coklat tua akan mendukung kesan klasik.

  1. Sofa Tuxedo

Jika mendengar kata tuxedo maka yang terbayangkan adalah setelan baju pria resmi seperti setelan jas namun mewah. Tapi, selain itu ada jenis sofa yang dikenal dengan nama tuxedo pula. Mungkin hal itu karena Sofa Tuxedo memiliki penampilan seperti setelan baju tuxedo yaitu gagah dan glamour.

Ciri-ciri bentuk dari Sofa Tuxedo adalah: berbentuk kotak sehingga terkesan gagah, sandaran tangan yang tinggi, dan bersudut siku-siku.

Peruntukan Sofa Tuxedo selain sebagai sofa ruang tamu juga cocok jika diletakkan di ruang kerja atau di ruangan lainnya yang bersifat formal, misalnya di perkantoran. Untuk rumah atau apartemen dengan desain modern maka Sofa Tuxedo juga bisa eye-catching.

  1. Sofa Lawson

Model selanjutnya dari sofa ruang tamu adalah Sofa Lawson. Asal mula dari adanya sofa model ini adalah dimulai dari seseorang bernama Thomas Lawson. Dia adalah seorang ahli keuangan di abad ke-20 yang merancang dan memproduksi Sofa Lawson.

Struktur sederhana, konstruksi yang kokoh dan desain modern adalah pondasi idealisme dari pembuatan sofa jenis ini. Idealisme Thomas Lawson ini untuk menyikapi jenis sofa yang sedang trending saat itu serta memenuhi pasar yaitu Sofa Victoria yang full ornamen.

Style dari Sofa Lawson adalah kokoh dan besar dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman. Selain itu juga memiliki sandaran lengan yang rendah sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk benar-benar bersantai.

Gaya Sofa Lawson sangat sesuai jika sebagai sofa ruang tamu pada rumah minimalis karena memiliki gaya desain minimalis, modern, kasual serta mengutamakan kenyamanan bukan ornamen.

  1. Sofa Sectional

Sofa Sectional adalah model sofa berikutnya yang dibahas pada artikel ini. Model ini adalah penggabungan dari beberapa sofa yang bertujuan untuk memperoleh tata ruang tamu yang terbaik. Hal ini berarti Sofa Sectional juga sebagai bagian dekorasi ruang tamu.

Sofa Sectional bisa dikatakan adalah custom sofa yaitu sofa yang dibuat berdasarkan pesanan. Bentuk dan ukuran ruang tamu harus menjadi patokan di dalam membuat ukuran dan jumlah sofa supaya nantinya bisa benar-benar tepat dengan bentuk dan ukuran ruang tamu. Yang sudah banyak diterapkan oleh para pemilik rumah atau apartemen adalah bentuk U atau bentuk L.

Demikianlah 5 jenis sofa dengan berbagai desain mulai dari yang klasik mewah hingga yang modern minimalis serta mengutamakan fungsi dan kenyamanan. Semuanya bisa menjadi pilihan untuk melengkapi ruang tamu.

Di dalam menetapkan pilihan sofa ruang tamu yang paling sesuai maka seharusnya mempertimbangkan faktor-faktor:

  • Tujuan dari penggunaan sofa: apakah untuk memperoleh fungsi dan kenyamanan atau untuk dekorasi ruang tamu?
  • Anggaran

Selain artikel ini tentang jenis-jenis sofa ruang tamu, ada juga artikel bermanfaat lainnya tentang plafon PVC. Silahkan dibaca. Semoga bermanfaat.

Contoh Hard Skill dalam CV yang HRD Suka

Contoh Hard Skill dalam CV yang HRD Suka

Artikel ini membahas contoh hard skill dalam CV yang akan disukai oleh bagian HRD di perusahaan yang bisa Anda cantumkan dengan syarat hard skill tersebut memang telah Anda kuasai.

CV (Curriculum Vitae) dikenal sebagai satu dari sekian dokumen penting yang mesti dibuat dan dilampirkan oleh para pelamar pekerjaan. Umumnya para pelamar pekerjaan akan disaring pada proses rekrutmen melalui CV tersebut.

Dengan merujuk pada pentingnya CV maka sudah seharusnya pelamar pekerjaan menambahkan aspek ketrampilan alias skills pada CV dalam rangka meningkatkan ketertarikan perusahaan pada mereka.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas contoh soft skill dalam CV. So, pada artikel ini kita akan membahas contoh hard skill dalam CV.

Contoh Hard Skill dalam CV

Ketrampilan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang sebagai hasil dari dia belajar dan berlatih secara berkelanjutan disebut sebagai hard skill.

Tiap-tiap individu pasti memiliki hard skill yang berbeda-beda. Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor: pendidikan formal, kursus dan pelatihan-pelatihan yang pernah mereka ikuti.

Artikel berikut ini menjelaskan sedikit contoh hard skill yang secara umum dibutuhkan oleh perusahaan:

1.      Skill mengoperasikan komputer

Ketrampilan mengoperasikan aplikasi/software komputer khususnya aplikasi pengolah kata dan angka-angka adalah sangat penting untuk menyelesaikan tugas-tugas administrasi.

Secara umum, ketrampilan berupa basic computer skills misalnya Microsoft Office adalah kualifikasi wajib yang harus dimiliki oleh kandidat pekerja di perusahaan manapun. Basic computer skills tersebut di antaranya adalah:

  • Microsoft Powerpoint
  • Microsoft Excel
  • Microsoft Word
  • Microsoft Outlook
  • Microsoft OneNote

2.      Marketing Skills

Perusahaan-perusahaan khususnya yang bergerak di bidang penjualan retail/consumer sales maka sangat membutuhkan kandidat yang telah memiliki hard skills berupa marketing skills.

Unsur-unsur hard skills yang merupakan bagian dari marketing skills adalah ketrampilan market research, advertising, selling dan pelayanan after sales. Semua unsur tersebut bisa dilakukan secara offline dan atau secara online.

Jika Anda memang memiliki beberapa contoh marketing skills yang ada di bawah ini, silahkan Anda tuliskan pada CV Anda:

  • Content creation
  • Campaign management
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Search Engine Marketing (SEM)
  • Social media marketing

3.      Design Skills

Hard skills berupa ketampilan dalam mengerjakan desain tentunya adalah aset berharga bagi perusahaan yang bergerak di bidang desain, yaitu desain untuk kepentingan di internet misalnya desain website atau desain untuk kepentingan offline misalnya desain rumah, apartemen, taman atau kolam renang.

Ketarmpilan dalam menciptakan desain sangat terkait dengan software. Berikut ini adalah beberapa software untuk menciptakan suatu desain yang wajib dikuasai oleh pekerja di bidang desain:

  • Corel Draw
  • InDesign
  • UX/UI design
  • Illustrator
  • Photoshop

4.      Writing Skills

Ketrampilan membuat tulisan atau ketrampilan jurnalis sangat dibutuhkan pada bidang kerja tertentu misalnya job membuat promosi penjualan, membuat presentasi, membuat laporan atau membuat profil perusahaan/company profile.

Ketrampilan membuat tulisan bisa dibagi menjadi kategori-kategori berikut ini:

  • Menulis laporan bisnis.
  • Menulis presentasi
  • Menulis email
  • Membuat tulisan yang menjual
  • Menulis alur cerita

Anda wajib terus mengasah ketrampilan diri secara berkelanjutan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan walaupun telah ada beberapa hard skill yang sudah Anda kuasai.

Bagi para kandidat pekerja, semakin banyak hard skills yang dikuasai maka akan semakin meningkatkan nilai jual mereka di mata perusahaan.

Demikian pula bagi para pekerja yang telah eksis, semakin banyak hard skills yang dikuasai maka akan semain meningkatkan potensi untuk mendapatkan promosi.

Deskripsi singkat di atas tersebut adalah sedikit contoh hard skill dalam CV yang mungkin akan disukai oleh HRD yang bisa dituliskan pada CV Anda. Tentu saja cantumkan hard skills yang memang telah Anda kuasai.

Baca juga artikel menarik lainnya tentang “Dunia Kerja” yaitu: Contoh Soft Skill dalam CV atau Riwayat Hidup – Menarik Perhatian HRD!