Apa Peran Project Management Plan Bagi Perusahaan?

Pada suatu organisasi ataupun perusahaan, pastinya punya proyek atau agenda yang menjadi tujuan dari pengembangan perusahaan tersebut. Proyek tersebut amatlah penting dan perlu dukungan dari semua elemen yang ada dalam perusahaan. Karena penting, maka proyek tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar nantinya dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan di awal.

Nah, proyek yang akan dieksekusi membutuhkan sebuah project plan yang menjadi langkah awal memulai suatu proyek. Pada artikel ini sendiri akan dijelaskan secara lebih lanjut terkait apa itu project plan, apa peran pentingnya dan bagaimana cara penyusunan dari project plan tersebut. Langsung saja simak pembahasannya di bawah ini.

Apa itu Project Management Plan?

Project Management Plan atau yang kerap disebut dengan Manajemen proyek yakni serangkaian rancangan dan juga keputusan yang dibuat pada suatu proyek yang akan atau sedang dijalankan oleh suatu perusahaan. Adapun isi dari manajemen proyek tersebut mengandung unsur 4W dan juga 1H. 4W sendiri yakni Why, Who, What dan When. Sedangkan 1H sendiri dimaknai sebagai How atau bagaimana caranya.

Adanya project management plan dinilai penting karena dianggap sebagai sebuah living document atau dokumen yang hidup. Karena project management ini dijadikan acuan perubahan yang mengacu pada perubahan yang terjadi di lapangan pada saat suatu proyek sedang dalam pengerjaan.

Manajemen proyek sebagai alat yang sangat penting bagi perusahaan agar dapat menjadi guide atau tuntunan dalam melaksanakan proyek-proyek yang dikerjakan sehingga dapat berjalan secara efektif dan juga efisien.

Sebagai dokumen yang dapat digunakan oleh semua elemen dalam perusahaan, perlu adanya pengelolaan yang baik dari elemen perusahaan yang mengerti tentang tujuan dan arah perusahaan ke depannya. Sehingga desain manajemen proyek yang telah ditetapkan dapat mencapai pada tujuan yang telah bersama-sama ditetapkan di awal.

Apa Peran Penting Project Management Plan?

Adanya project management plan punya peran yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan menyusun manajemen proyek yang baik, nantinya akan ada manfaat-manfaat yang dapat dirasakan, seperti :

  • Peluang pencapaian target

Dalam project plan, terdapat bagian yang mengukur tingkat keberhasilan dari suatu proyek yang akan dijalankan. Oleh karenanya, penyusunan project plan penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peluang yang dapat diperoleh seiring dengan prosesnya yang terjadi di lapangan. Setelah mengetahui nantinya tingkat ketercapaian tujuan, maka perusahaan dapat berfokus pada upaya pencapaian, dengan merencanakan dan melakukan eksekusi program yang baik dan matang.

  • Alat untuk Mengalokasi Sumber Daya

Dokumen project management plan berperan sebagai alat untuk mengalokasikan ketersediaan sumber daya. Setelah mengetahui alokasi sumber daya tersebut, maka perusahaan dapat mengetahui apa yang diperlukan guna menyelesaikan suatu proyek dan bagaimana upaya pengaturan secara optimal agar tujuan dapat tercapai secara efisien. Lewat adanya project management plan, perusahaan mampu mengcover dari timbulnya kelebihan maupun kekurangan sumber daya yang ada di lapangan.

  • Penggambaran Tujuan yang Jelas

Merupakan peran terpenting dari sebuah project management plan untuk menggambarkan tujuan dengan jelas. Sehingga nantinya perusahaan dapat merencanakan serta mengatur bagaimana cara eksekusi proyek di lapangan dengan cara yang tepat dan efektif.

Selain itu, dengan mengetahui tujuan yang jelas lewat project management plan, tim dalam perusahaan dapat mudah untuk menentukan hal-hal apa saja yang dilakukan untuk menyelesaikan proyek yang telah ditetapkan tersebut, serta apa saja kemungkinan improvisasi yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari proyek yang ditetapkan.

Isi Project Management Plan

Project management akan disusun oleh seorang project auditor yang dalam hal ini dapat diwakilkan oleh manajer perusahaan. Pada tahap perencanaan, seorang project auditor akan mempertanyakan kesiapan dari seluruh anggota tim terkait dengan proyek yang akan dijalankan.

Setelahnya akan dibentuk 3 baseline utama dalam project management plan, yaitu scope baseline, schedule baseline dan yang terakhir yakni cost baseline. Di mana dalam setiap isi tersebut punya peran masing-masing dalam proses perencanaan dalam suatu proyek yang akan dikerjakan nantinya.

Demikian tadi informasi terkait dengan project management plan beserta dengan manfaat dan juga isi dari project tersebut.

Kapankah Sebaiknya Memeriksa Jantung?

Sebagai salah satu organ yang ada dalam tubuh, jantung mempunyai peran yang sangat vital dalam tubuh manusia. Organ yang letaknya di rongga dada ini selalu berdenyut setiap detiknya. Karena jika jantung berhenti berdenyut, maka akan lain ceritanya nanti.

Pentingnya peran jantung dalam tubuh manusia membuat organ ini harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya, supaya tidak timbul gangguan pada jantung yang berujung pada kematian. Jantung punya fungsi yang penting dalam memompa darah untuk dialirkan ke seluruh organ yang ada dalam tubuh.

Darah yang telah dipompa jantung dialirkan melalui pembuluh darah pada satu sistem kardiovaskular. Adapun darah yang mengalir pada pembuluh darah tersebut mengandung oksigen dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap organ dalam tubuh. Maka ketika fungsi dari jantung terganggu, secara tidak langsung akan mengganggu juga fungsi keseluruhan organ yang ada dalam tubuh.

Kapan Dilakukan Pemeriksaan Jantung?

Dikarenakan jantung merupakan organ yang punya peran penting dan berpengaruh pada seluruh fungsi organ tubuh, maka penting bagi jantung untuk dilakukan pemeriksaan secara rutin. Hal ini juga untuk mengetahui dan mencegah dari terjadinya penyakit jantung yang dapat terjadi pada siapa saja terlepas dari usia dan jenis kelaminnya.

Adapun pemeriksaan jantung dapat dilakukan setelah menginjak usia 20 tahun ke atas, dan baiknya dilakukan secara teratur setiap 2-3 tahun sekali bagi seseorang yang tidak memiliki gejala penyakit jantung atau faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung. Pakar kesehatan di Amerika menjelaskan bahwa pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan metode skrining kardiovaskular.

Adapun skrining kardiovaskular ini meliputi beberapa macam pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula dalam darah, berat badan serta pemeriksaan gaya hidup seperti pola makan, olahraga dan kebiasaan merokok.

Bagi mereka yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit jantung di dalam keluarga, sebaiknya untuk memeriksakan kesehatan jantungnya sedini mungkin guna melakukan pencegahan dan juga pemantauan dari kemungkinan timbulnya penyakit jantung.

Pemeriksaan bagi seseorang dengan riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung dapat dilakukan setahun sekali dengan catatan tidak ditemui adanya gejala risiko jantung. Namun bila ditemui adanya kelainan, pemeriksaan organ jantung perlu dilakukan 6 bulan sekali.

Metode Pemeriksaan Jantung

Selain Skrining kardiovaskular, metode lain yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada jantung di antaranya :

  • EKG (Elektrokardiograf)

Metode pemeriksaan jantung EKG yakni dilakukan dengan merekam sinyal kelistrikan yang timbul pada jantung. Perekaman tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan yang timbul pada struktur dan irama jantung. Metode pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan 12-15 elektroda pada bagian dada pasien. Pada setiap elektroda tadi terhubung dengan mesin guna perekaman sinyal kelistrikan yang ada di jantung.

  • Metode CT Scan

Pemeriksaan lain untuk jantung dilakukan dengan metode CT Scan. Dimana sinar X digunakan untuk menampilkan pembuluh darah koroner serta visualisasi jantung dari pasien. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penumpukan kalsium yang ada di arteri koroner.

  • Metode Kateterisasi

Pada metode kateterisasi jantung, selang kecil atau kateter dimasukkan lewat pembuluh darah yang ada di daerah lengan atau paha. Selanjutnya, dokter mengarahkan selang kecil tersebut hingga menuju jantung menggunakan bantuan dari foto rontgen. Kateterisasi jantung ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyempitan atau sumbatan yang ada di daerah arteri dalam tubuh.

Penyebab Penyakit Jantung

Bila dalam pemeriksaan yang dilakukan ditemui adanya kelainan pada organ jantung, maka dokter akan mendiagnosa sesuai dengan gejala yang juga dialami oleh pasien. Berikut beberapa penyebab dari penyakit jantung yang banyak dijumpai.

  • Virus atau bakteri streptococcus beta hemolyticus grup A yang menjadi penyebab dari infeksi jantung atau endokarditis.
  • Pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi tinggi lemak atau karbohidrat, minim melakukan olahraga atau aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan obesitas yang dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga berpotensi memicu timbulnya penyakit jantung koroner.
  • Faktor bawaan, konsumsi kafein maupun alkohol yang berlebihan, efek stres maupun efek samping obat yang dapat berpotensi menimbulkan aritmia.

Pencegahan Penyakit Jantung

Setelah mengetahui risiko dan penyebab dari penyakit jantung, ada baiknya untuk melakukan pencegahan sehingga penyakit jantung tidak semakin parah. Adapun upaya pencegahan yang dianjurkan dan juga harus dilakukan untuk menghindari penyakit jantung yakni:

  • Kurangi konsumsi tinggi karbohidrat dan lemak. Mulailah untuk mengonsumsi secara rutin makanan rendah gula dan rendah lemak namun tinggi serat.
  • Mulailah untuk berhenti merokok dan juga hindari paparan asap rokok, karena perokok aktif maupun pasif sama berpotensinya terkena penyakit jantung.
  • Mulai latihan fisik secara rutin seperti berjalan kaki, joging, berenang, bersepeda minimnya 30 menit setiap harinya.

Demikian tadi informasi terkait kapan baiknya pemeriksaan jantung dilakukan dan faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung demi menjaga kesehatan tubuh anda.